Surabaya (KN) – Hasil Ujian Nasional (UN) mulai tingkat Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA) di Jatim secara kumulatif menurun. Untuk itu, Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim segera melakukan evaluasi dan pemetaan.“Kita tidak mau menyalahkan soal, guru atau faktor tertentu. Maka dalam waktu dekat kita akan evaluasi dengan menurunkan tim untuk melakukan pemetaan secara sampling pada daerah atau sekolah yang mengalami penurunan kualitas cukup mencolok,” tutur Kepada Dindik Jatim, Saiful Rahman pada JNR saat dikonfirmasi, Jumat (17/6/2016).
Saat tahun ajaran baru, lanjut Saiful, tim akan turun ke semua kabupaten/kota untuk melakukan evaluasi per daerah. Dari proses tersebut, selanjutnya akan diperoleh titik kelemahan. “Pada faktor apa, apakah pola pembelajaran, sarana prasarana, atau faktor lain. Kami bertanggung jawab dan berkomitmen untuk melakukan perbaikan,” terangnya.
Ia menjelaskan tim evaluasi ditugaskan untuk melakukan pemetaan secara komprehensif. Hal ini dinilai penting agar dapat merumuskan strategi perbaikan. Di Jawa Timur, Saiful mengungkapkan nilai UN dibawah standar atau di bawah nilai 5,5 untuk SMA mencapai 29 persen, SMK 42 persen, SD 13 persen, SMP/MTs 65 persen.
Sebelumnya, Walikota Surabaya, Tri Risma Harini mengatakan penurunan nilai rata-rata UN tingkat SMP di Surabaya merupakan hal yang wajar. Hal tersebut disebabkan Surabaya baru pertama kali menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Pada UN tahun ini, Surabaya meraih nilai rata-rata 58,77 dan menempatkan posisi ke-26 dari 38 Kabupaten/Kota di Jatim. (rif)
