KORAN NUSANTARA
ekbis Headline indeks

Pertumbuhan Ekonomi Jatim Lebih Unggul Dibanding Malaysia

Surabaya (KN) – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jawa Timur menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jatim secara kumulatif pada semester I tahun 2014 mampu tumbuh 6,17 persen atau melebihi rata-rata nasional di kisaran 5 persen. Pertumbuhan tersebut dikarenakan faktor UMKM yang cukup berkembang pesat, sehingga jumlah masyarakat kelas menengah pun kini cukup tinggi mencapai 31 juta jiwa.

“Kelas menengah kita mencapai 31 juta orang. Dibandingkan Malaysia, kita jauh lebih unggul karena disana hanya 26 juta orang saja. Jika kelas menengah terus bertumbuh, maka pertumbuhan ekonomi Jatim akan terus meningkat secara signifikan,” kata Gubernur Jatim, Soekarwo di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (22/9/2014) malam.

Sementara jumlah masyarakat miskin di Jatim saat ini, mencapai 4,7 juta jiwa. “Masyarakat miskin ini yang coba kita entaskan agar naik setidaknya jadi near poor (mendekati miskin) dengan program bantuan hibah seperti Jalin Kesra (Jalan Lain Menuju Kesejahteraan) dan bantuan Jamkesda serta bantuan dana pendidikan seperti Bosda Madin (bantuan operasional sekolah daerah madrasah diniyah),” katanya.

Selain itu, kelas mayarakat yang mendekati miskin kini mencapai 5 juta jiwa. Namun, ia berharap agar yang mendekati miskin tidak turun menjadi miskin. “Minimal yang near poor kelasnya tetap jangan sampai jatuh miskin dan yang miskin kita dorong naik jadi mendekati miskin,” ungkapnya.

Namun ia mengkhawatirkan jika sampai terjadi kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) maka harga kebutuhan pokok akan ikut naik dan bisa berpengaruh padakelas mendekati miskin. “Kalau BBM naik yang near poor bisa benar-benar jatuh miskin. Kalau sampai terjadi masyarakat miskin kita bisa mencapai 9 juta-an,” urainya.

Data BPS menyebutkan, tiga leading sector yang menjadi penggerak utama perekonomian Jawa Timur. Perdagangan paling kuat, termasuk di dalamnya hotel dan restoran. Sementara industri menyumbang 6,81 persen, sektor jasa menyumbang 3,96 persen. BPS memprediksi capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim pada akhir tahun 2014 sebesar Rp 1.200 triliun. Hingga kuartal II, PDRB masih berada pada level Rp 1.136 triliun.

Untuk pertumbuhan ekonomi Jawa Timur kuartal II juga diprediksi cukup baik, hingga mencapai sebesar 6,56 persen. (yo)

Related posts

DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Jatim TA. 2023, Pj Gubernur Adhy: Bukti Pengelolaan Keuangan Pemprov Jatim Akuntabel

kornus

Peringati Maulid Nabi, Gubernur Khofifah Bersama Puluhan Ribu Muslimat Jatim NU Pecahkan Rekor MURI Pakai Cobek

kornus

Pengusaha Harap Aspal Lokal diutamakan dari pada yang Impor