
Jakarta, mediakorannusantara.com -Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa keikutsertaan dalam pendidikan dan pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tahun 2026 bukan jaminan otomatis untuk lolos menjadi petugas.
Menjelang penutupan diklat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, sebanyak enam peserta dinyatakan gugur dan dipulangkan karena berbagai alasan, mulai dari kondisi kesehatan yang berisiko tinggi hingga masalah indisipliner.
Dahnil menjelaskan bahwa faktor kesehatan menjadi alasan utama pengguguran sejumlah peserta.
Berdasarkan pemeriksaan kesehatan ulang, ditemukan peserta yang mengidap penyakit jantung serius sehingga tim medis merekomendasikan mereka untuk tidak diberangkatkan demi keselamatan pribadi. Hal ini membuktikan bahwa proses seleksi berjalan sangat ketat dan objektif guna memastikan seluruh petugas yang terpilih benar-benar dalam kondisi prima.
Selain aspek fisik, Wamenhaj memberikan peringatan keras terkait mentalitas para calon petugas.
Ia meminta agar tidak ada yang berniat menjadi petugas hanya demi mendapatkan fasilitas haji gratis atau sekadar “nebeng”.
Dahnil menekankan bahwa tugas utama PPIH adalah melayani tamu Allah, sementara ibadah haji bagi petugas merupakan bonus dan panggilan spiritual. Peserta yang hanya mengincar haji gratis biasanya menunjukkan performa yang buruk dalam hal kedisiplinan selama masa pelatihan.
Hanya peserta yang dinyatakan lulus murni oleh tim instruktur yang akan mengikuti upacara penutupan bersama Presiden Prabowo Subianto.
Bagi peserta yang belum berhasil pada tahun ini, Wamenhaj berpesan agar tetap berlapang dada dan mempersiapkan diri lebih baik, baik secara fisik maupun mental, untuk mencoba kembali pada kesempatan mendatang.( wa/ar)
