Jakarta, mediakorannusantara.com – Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan akan memberikan dukungan pemberdayaan bagi korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang kondisinya sudah pulih.
”Kami akan bekerja dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk melakukan asesmen. Hasilnya nanti akan ditindaklanjuti dengan memberikan dukungan-dukungan untuk pemberdayaan sesuai dengan kebutuhan setiap keluarga,” kata Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam keterangannya di Jakarta, Senin (8/12).
Pernyataan ini disampaikan Gus Ipul saat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) membahas penanganan dan pemulihan bencana Sumatera bersama Presiden Prabowo Subianto di Provinsi Aceh, Minggu (7/12).
Selain fokus pada pemulihan, Mensos juga melaporkan bahwa Kemensos terus menyalurkan bantuan logistik dan mengaktifkan dapur umum di sejumlah titik terdampak.
“Dukungan kami adalah logistik yang berada di gudang-gudang provinsi, di Dinas Sosial provinsi maupun kabupaten/kota. Setelah itu kami membuat dapur, dan dapur yang bisa kami jangkau sampai hari ini adalah 39 titik,” jelas Mensos Saifullah Yusuf.
Total dapur umum tersebut memproduksi 417.749 porsi makanan siap saji per hari di tiga provinsi. Aceh menjadi wilayah dengan dampak terbesar, di mana tercatat ada 747 ribu pengungsi, dan 21 dapur umum di sana memasok hingga 109.178 porsi per hari.
Santunan Korban dan Data Dampak Bencana
Mensos juga memastikan Kemensos akan memberikan santunan bagi korban jiwa dan luka-luka. “Kami juga nanti akan memberikan santunan bagi yang wafat dan dukungan bagi yang luka berat. Yang wafat itu indeksnya Rp15 juta, kemudian yang luka berat itu Rp5 juta,” tuturnya.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga hari ini, Senin (8/12), pukul 11.30 WIB, sebanyak 950 jiwa meninggal dunia, 274 dilaporkan hilang, dan 5.000 orang terluka akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto juga melaporkan perkiraan biaya untuk memperbaiki kerusakan akibat bencana banjir bandang dan longsor di tiga provinsi tersebut mencapai Rp51,82 triliun. Estimasi ini diperkirakan masih bertambah mengingat jumlah korban dan kerusakan masih terus diperbarui. ( wa/ar)
