Surabaya (KN) – Dalam tahun 2012 ini tercatat banyak jumlah TKI asal Jatim yang mengadu nasib di luar negeri adalah salah satu faktor yang mempengaruhi adanya kejadian tersebut.Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, DR Rasiyo saat membuka Rapat Kerja Daerah Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Jatim tahun 2012 yang bertema “Kita Tingkatkan Kreatifitas dan Peran Perempuan dan Anak di Semua Bidang Melalui Sinergi Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana” di Sidoarjo, Kamis (26/4) sore).
Untuk mengatasi kasus itu, sinergitas antar instansi juga terus dilakukan, yakni menjalin kerjasama dengan aparat kepolisian serta Lembawa Swadaya Masyarakat (LSM) sebagai pendamping.
Masih minimnya pemahaman kualitas sumberdaya manusia calon tenaga kerja wanita (TKW) juga menjadi permasalahan yang sering dihadapi saat kasus trafficking terbongkar. Agar hal itu tidak terus terjadi, pemerintah akan memperketat pengiriman TKW keluar negeri dengan terlebih dahulu memberikan bekal ketrampilan.
Maraknya isu perdagangan perempuan & anak dewasa ini diawali dengan semakin meningkatnya migrasi tenaga kerja baik antar daerah, wilayah maupun Negara memasuki sector informal maupun pekerjaan rumahan. Sektor ini sebagian besar terdiri dari perempuan dan anak yang berumur di bawah 18 tahun.
Penyebab yang mendorong trafficking di Indonesia adalah kemiskinan, terbatasnya akses dan kesempatan kerja, kekerasan dalam rumah tangga, kepatuhan anak terhadap orangtua (yang terdesak secara ekonomi), konflik sosial dan peperangan serta lemahnya penegakan hokum, serta perubahan orientasi pembangunan dari pertanian ke industri serta krisis ekonomi yang tidak berkesudahan. (yok)
