Surabaya (KN) – Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Kepegawaian dan Diklat melaksanakan In House Training Bagi Lura se-Surabaya, Sabtu (15/9), di ruang pola Bapeko Surabaya. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat, Yayuk Eko Agustin.
Dalam kesempatan tersebut Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan beberapa permasalahan yang terjadi di masyarakat. Dalam hal ini Risma mengajak kepada seluruh Lurah untuk turun langsung ke masyarakat. Dan mempelajari permasalahan yang terjadi di masyarakat.
Menurut Risma pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya bukan hanya focus pada pembangunan fisik saja. Melainkan pembangunan manusia juga perlu diperhatikan. Sebab, membangun manusia sangat berat dibandingkan melakukan pembangunan fisik.
Ia mencontohkan, persoalan trafiking menjadi salah satu konsentrasi Pemkot Surabaya. Untuk itu, ia mengharapkan kepada seluruh Lurah untuk dapat mengetahui kondisi masyarakat di wilayah masing-masing. “Sebagai lurah, saudara merupakan wakil saya di tingkat Kelurahan. Saya sangat memerlukan informasi dari saudara-saudara sekalian. Jangan sampai di wilayah saudara ada anak tidak sekolah, ada anak yang terlibat trafiking, ada lansia yang tidak terawat,” ujarnya.
Masih kata Risma, pentingnya informasi yang diperoleh Kelurahan yakni supaya Pemkot Surabaya bisa memberikan intervensi kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurut Risma, persoalan ini menjadi urusan kita bersama. Tak hanya itu, Risma juga mengingatkan kepada seluruh Lurah yang hadir supaya memaksimalkan pelayanan di tingkat Kelurahan.
Walikota menyadari pelayanan yang dilakukan di Kelurahan sangat berat. Tapi, bukan kemudian meminta jasa pungutan atas pelayanan yang telah dilakukan. “Jangan sampai kita selaku pejabat pemerintah meminta biaya kepada masyarakat pada saat melakukan pelayanan,” pesan Walikota Tri Rismaharini. (anto)
Foto : Waqlikota Tri Rismaharini saat membuka kegiatan In House Traning
