KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Wagub Jatim : Ciptakan Desa Yang Guyub dan Rukun

Wagub- Jatim- Saifullah- Yusuf -mberikan- pembekalan -diklatMalang (KN) – Sekretaris desa harus menciptakan kondisi guyub dan rukun di desa masing-masing. Sekretaris desa bersama kepala desa wajib menciptakan suasaa seperti itu, karena merupakan langkah awal dalam upaya pembangunan desa.Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf saat membuka Diklat Sekretaris Desa di Provinsi Jawa Timur di Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Jawa Timur, Jl Kawi, Kota Malang, Senin(4/4/2016).

Menurutnya, salah satu upaya yang harus dilakukan agar suasana desa bisa guyub dan rukun adalah membudayakan untuk saling menyapa. Dengan sapaan, setiap orang akan memberikan efek positif.”Kalau di desa tidak dibiasakan saling sapa, maka budaya dan adat Indonesia akan hilang. Sebagai contoh, diperkotaan yang tidak membudayakan saling menyapa, bisa dilihat ketika di apartemen. Antar tetangga tidak ada yang kenal,” ucap Saifullah Yusuf.

Dalam kehidupan sehari-hari, terbiasa saling sapa atau berkomunikasi sangat penting. Bisa terlihat saat ketika ada warga yang mempunyai hajat pernikahan atau ada yang meninggal. Setiap warga akan datang memberikan bantuan bukan sekedar materi tapi juga tenaga. “Dengan menyapa, sikap gotong royong juga ikut tercipta dalam kehidupan. Desa harus mengawali menjaga budaya seperti itu agar kondisi selalu guyub dan rukun. Desa yang guyub dan rukun merupakan idaman semua masyarakar. Sekretaris desa harus hadir didalamnya” ujarnya.

Gotong royong juga merupakan budaya asli Indonesia yang tidak bisa ditemukan di negara-negara lain seperti Amerika dan Jepang. Di Indonesia, setiap warganya menganggap sekitarnya adalah saudara.

Gus Ipul sapaan akrab Wagub jatim ini menambahkan, pelayanan di tingkat desa harus juga menggunakan teknologi. Salah satunya internet. Dengan teknologi internet pelayanan akan lebih cepat dan menjangkau setiap bagian desa. “Hal tersebut harus diupayakan agar pelayanan kepada publik semakin bagus. Oleh sebab itu, dengan diklat seperti ini menjadi satu-satunya di Indonesia,”jelasnya.

Banyak ide yang bisa dikembangkan dalam memaksimalkan pelayanan kepada publik. Inovasi yamg baru kepada publik harus dipikirkan. Misalkan pelaporan warga melalui aplikasi sosial. “Tentunya bisa galang komunikasi dan informasi apa yang terjadi di masyarakat. Seperti pelayanan KK atau KTP secara online,” tambahnya. (yo)

Related posts

KPK optimis Hasto koorperatif jalani proses hukumnya

Kukuhkan Tuwanggana, Sultan HB X Dorong Sinergi dan Pemikiran ‘Out of the Box’

Polri dan PSSI kerja sama ungkap Judi Bola Beromzet Ratusan Miliar