KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Wagub Emil Buka Manufacturing Surabaya 2026, Perkuat Posisi Jatim sebagai Basis Manufaktur Indonesia dan Asia Tenggara

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat membuka Manufacturing Surabaya 2026 di Grand City Convex Surabaya, Rabu (15/7/2026).

Surabaya (mediakorannusantara.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai basis manufaktur, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di kawasan Asia Tenggara.

Di tengah perkembangan Revolusi Industri 4.0, penguatan daya saing industri harus dilakukan melalui inovasi, pemanfaatan teknologi, efisiensi energi, serta kolaborasi lintas sektor agar industri manufaktur Jawa Timur mampu menjawab tantangan global. Hal tersebut disampaikan Wagub Emil saat membuka Manufacturing Surabaya 2026 di Grand City Convex Surabaya, Rabu (15/7/2026).

Memasuki penyelenggaraan ke-20, Manufacturing Surabaya 2026 mengusung tema “The New Industrial Hub in Eastern Indonesia”. Pameran ini menghadirkan lebih dari 300 technology showcase yang mengintegrasikan sektor manufaktur, energi, dan pertanian dalam satu platform. Sebanyak lebih dari 200 perusahaan dari 15 negara dan wilayah turut berpartisipasi sebagai wadah bertemunya inovasi, investasi, teknologi, dan kolaborasi industri.

“Jawa Timur sebagai provinsi basis manufacturing, bukan hanya untuk Indonesia tapi juga untuk Asia Tenggara,” ujar Emil.

Menurut Emil, posisi strategis tersebut harus terus diperkuat melalui kemampuan industri dalam beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Revolusi Industri 4.0 telah mengubah lanskap persaingan global, sehingga keberhasilan industri tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya kapasitas produksi, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan inovasi, meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan digitalisasi, serta menerapkan prinsip keberlanjutan.

“Keunggulan kompetitif industri saat ini tidak cukup hanya bertumpu pada kapasitas produksi. Yang menentukan adalah kemampuan berinovasi, memanfaatkan teknologi, meningkatkan efisiensi, dan menghasilkan produk yang semakin berkualitas serta berkelanjutan,” jelasnya.

Karena itu, lanjut Emil, transformasi menuju industri yang lebih berkelanjutan perlu dilakukan melalui dua pendekatan, yakni mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi.

“Perkembangan teknologi manufaktur saat ini harus mampu menghasilkan produktivitas yang sama dengan konsumsi energi yang lebih efisien sehingga mampu menjawab tantangan industri ke depan,” katanya.

Lebih lanjut, Emil menilai penyelenggaraan Manufacturing Surabaya 2026 menjadi momentum strategis untuk mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, investor, hingga mitra usaha dalam membangun kolaborasi yang mampu mempercepat transformasi sektor manufaktur.

“Manufacturing Surabaya yang sudah memasuki tahun ke-20 ini menjadi center of gravity untuk melihat teknologi-teknologi terbaru sekaligus mempertemukan para pelaku. Ketika para pelaku saling berbicara dan berkolaborasi, kita akan menjadi rumah bagi pengembangan manufaktur yang relevan terhadap tantangan masa depan.” katanya.

Menurut Emil, nilai utama pameran tersebut tidak hanya terletak pada hadirnya berbagai inovasi teknologi, tetapi juga pada terciptanya jejaring dan kemitraan strategis yang mampu memperkuat ekosistem manufaktur di Jawa Timur.

Ia menambahkan, percepatan transisi energi dapat dimulai melalui berbagai langkah cepat atau quick win, seperti pemanfaatan penerangan jalan berbasis tenaga surya, penggunaan rooftop solar panel hingga pengembangan pembangkit listrik tenaga surya. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu mendorong industri yang lebih efisien, berkelanjutan, dan tetap kompetitif di tengah tuntutan pasar global.

Di akhir, Wagub Emil berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, penyedia teknologi, perguruan tinggi, lembaga riset, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar Jawa Timur mampu mempertahankan keunggulannya sebagai basis manufaktur sekaligus menjadi rumah bagi lahirnya inovasi dan kolaborasi industri yang relevan dengan tantangan masa depan. (KN01)

 

Related posts

Seleksi Akpol Polri 2024 manfaatkan teknologi digital cek kondisi tubuh

Panglima TNI : Prajurit Tidak Akan Terbeli Oleh Kepentingan Apapun

kornus

DPRD Jatim Sepakat Perda Pelayanan Dirubah

kornus