KORAN NUSANTARA
indeks Jatim

Untik Menekankan Pentingnya Profesionalisme, PWI Jatim Akan Gelar Uji Kompetensi Wartawan

Surabaya (KN) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur pada Februari 2012 mendatang akan menggelar uji kompetensi bagi wartawan senior di Jatim. Ini dilakukan untuk menekankan pentingnya profesonalisme wartawan, khususnya di Jatim.

“Delapan tahun lamanya mereka yang bertugas di media itu, akan dapat menjadi peserta uji kompetensi,” ujar Ketua PWI Jatim Akhmad Munir, saat ditemui usai memberikan sarasehan Kepelabuhan di Hotel Pasific Surabaya, Selasa (20/12).

Dia menjelaskan, adanya kegiatan uji komptensi bagi wartawan ini untuk memastikan dan melabelkan wartawan senior itu ternyata bekerja secara professional dengan mengacu pada kode etik jurnalistik maupun undang-undang pers. “Sejak adanya kemerdekaan pers, terdapat media terbit bermunculan dan jumlah wartawan semakin banyak. Fenomena banyak wartawan ini memunculkan ide perlu dilakukan adanya uji kompetensi bagi wartawan,” katanya.

Untuk dapat mengikuti uji kompetensi ini, kata Munir, peserta terlebih dahulu harus dilakukan dengan penyeleksian guna memenuhi berberapa pesyaratan, diantaranya peserta atau wartawan senior yang bersangkutan harus menyerahkan surat pengantar dari media bersangkutan dan bekerja menjadi wartawan di media selama delapan tahun. “Kalau tidak ada surat pengantar dari media bersangkutan tentunya tidak dapat mengikuti uji kompetensi kewartawan. Tidak itu saja, kegiatan uji kompetensi ini juga bisa diikuti seluruh media apapun, baik terbitan harian, mingguan bahkan bulanan (majalah, tabloid) dan tidak harus menjadi anggota PWI saja,” paparnya.

Menurutnya, langkah menyelenggarakan kegiatan uji kopetensi kewartawan yang dilakukan PWI Pusat ini sangat perlu didukung semua pihak dan memiliki nilai positif bagi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) wartawan di Jatim. “Yang menguji ini nantinya dari PWI Pusat dan Dewan Pers. Jika mereka (peserta wartawan senior) lulus uji kompetensi akan mendapatkan sertifikat dari pusat,” katanya.

Lebih lanjut Munir mengatakan, pada awal uji kompetensi di Jatim ini nantinya diberikan kepada 20 orang. Setelah itu, 20 wartawan ini akan memberikan uji kompetensi kepada wartawan lainnya, dengan terbagi menjadi tiga kategori. Pertama, kategori wartawan pemula yang masa kerjanya dua tahun. Kedua kategori wartawan muda yang masa kerjanya lima tahun. Ketiga, kategori wartawan dewasa.

“Saya kira jumlah wartawan yang akan mendapatkan uji kompetensi sebanyak 200 wartawan. Tapi, sebagai langkah awal 20 wartawan dulu. Setelah itu, wartawan yang sudah mendapatkan sertifikat bisa memberikan uji kompetensi kepada wartawan lainnya,” katanya.

Lamanya uji kewartawanan ini, kata Munir, penyelenggaraannya paling lama seminggu untuk melaksanakan uji kompetensi. “Setiap wartawan nantinya harus memiliki kompetensi agar kelak mereka bisa melakukan peliputan cukup luas dan menjadi wartawan professional,” tuturnya. (rif)

Related posts

Pemkot Surabaya Dirikan Posko Peduli Banjir dan Longsor Jawa Tengah

kornus

Pj. Sekdaprov Jatim Beri Selamat Rifki Ardiansyah, Peraih Emas Asian Games

kornus

Jumat Besok, Gubernur Khofifah Kumpulkan Bupati-Walikota Se Jatim Bahas Penanganan Covid-19 di Batu

kornus