KORAN NUSANTARA
Headline indeks Surabaya

Tak Ditemui Risma, Pedagang Pasar Turi Kecewa

pedagang-pasar-turi-pemkotSurabaya (KN) – Emosi para pedagang pasar turi makin memuncak. Perwakilan pedagang terlihat ngeluruk ke Balai Kota, Rabu (24/4/2014) untuk menemui Walikota Tri Rismaharini guna mengadukan proyek pembangunan pasar yang tak kunjung selesai itu hanya bisa kecewa.Hanya saja, niat para pedagang bertemu walikota Surabaya tak kesampaian meskipun Tri Rismaharini terpantau ada di Surabaya. Walhasil sekitar 50 perwakilan kelompok pedagang Pasar Turi dari berbagai himpunan, ngluruk kantor hanya ditemui Sekkota Hendro Gunawan, Asisten I Yayuk Eko Agustin dan Asisten II M Taswin.

Sejak beberapa hari lalu, para pedagang Pasar Turi yang sudah bertahun-tahun tak punya tempat berdagang pasca kebakaran pasar turi tersebut, mengadukan molornya pengerjaan proyek pembangunan pasar oleh investor. Mereka juga telah mendatangi gedung DPRD Surabaya untuk mengadukan nasibnya yang sudah bertahun-tahun terkatung-katung.

“Dari dulu katanya bekerja, apa seolah-olah bekerja? Mau nunggu berapa lama selesainya? Kami ini terlantar, sudah bayar stan lunas, kena denda dan berbunga lagi,” keluh David, salah satu pedagang kepada para pejabat Pemkot Surabaya yang menemui mereka diruang sidang Sekkota Surabaya.

Saking jengkelnya, karena investor tak kunjung menyelesaikan pembangunan Pasar Turi, para pedagang minta agar Pemkot Surabaya mengambil alih. Sebab jika tak segera diambil alih bisa jadi para pedagang ini akan menderita lebih lama lagi.

“Kami disini merasa dirugikan karena proyek tak kunjung selesai, investor malah meminta kami bayar biaya sewa stan secara lunas. Sesuai BOT seharusnya Februari kemarin pembangunan sudah selesai, tapi mundur sampai 10 April kenyataanya juga belum penyerahan kunci, jadi bagaimana kelanjutannya,” ungkap Djaniadi HS alias Koping, Wakil Ketua Tim Pemulihan Paska Kebakaran Pasar Turi ( TPPK).

Menanggapi hal ini, Sekkota Surabaya Hendro Gunawan hanya bisa mengatakan akan menyampaikan permasalahan ini kepada investor. ” Saya akan mempelajari hak dan kewajiban pedagang seperti apa, begitupula hak dan kewajiban investor seperti apa sedang kami pelajari, kami tidak ingin menelantarkan pedagang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Walikota Tri Rismaharini menjamin kalau Pasar Turi akan selesai dan bisa digunakan untuk berjualan sebelum Ramadhan 2014 ini. Tapi mungkinkah hal itu bisa terwujut?, jika tak terwujud maka sama halnya membohongi pedagang Pasar Turi. (anto)

Related posts

Komnas Perempuan apresiasi program perlindungan perempuan Banyuwangi

Begini Upaya Pemerintah Akhiri Status In Danger pada Hutan Tropis Sumatra

Mahasiswa ITS Manfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Majukan Pelayanan Kominfo

kornus