KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Nasional

SKK Migas Segera Lelang Hasil Studi Bersama Shell di Lima Blok Migas Indonesia

SKK Migas Segera Lelang Hasil Studi Bersama Shell di Lima Blok Migas Indonesia

Jakarta, mediakorannusantara.com – Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan joint study atau studi bersama perusahaan migas raksasa dunia yakni Shell, di lima blok minyak dan gas bumi (migas) Indonesia sudah memasuki tahap finalisasi dan akan segera dilelang.

“Ya, (joint study) dalam finalisasi. Mudah-mudahan cepat selesai sehingga segera dilelang,” ujar Djoko Siswanto ketika ditemui setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Mitra Shell, yakni KUFPEC (Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company), merupakan perusahaan hulu migas internasional yang bergerak di bidang eksplorasi, pengembangan, dan produksi minyak mentah dan gas alam di luar wilayah Kuwait.

KUFPEC merupakan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Kuwait Petroleum Corporation.

Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa Shell bersama KUFPEC melakukan joint study di 5 blok atau wilayah kerja (WK) migas RI, dengan rincian 2 WK offshore (lepas pantai) dan 3 WK onshore (darat).

Setelah melalui tahap finalisasi, Djoksis pun membenarkan bahwa pemerintah akan menawarkan Shell untuk menggarap blok migas tersebut.

“Iya, iya (ditawarkan ke Shell),” ujar Djoksis.

Pada November 2025, Djoksis mengungkapkan bahwa Shell bersama KUFPEC mengajukan proposal untuk melakukan studi bersama di 5 blok migas Indonesia kepada Kementerian ESDM.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman pun menyampaikan sudah menerima proposal tersebut.

Akan tetapi, Laode belum bisa mengungkapkan blok mana saja yang menarik minat Shell.

Yang jelas, tuturnya melanjutkan, saat ini Shell sudah menunjukkan minat untuk kembali ke industri hulu migas Indonesia.

Sebelum meninggalkan industri hulu migas Indonesia, Shell pernah terlibat dalam blok-blok migas raksasa Indonesia, seperti Blok Masela.

Blok Masela merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang bernilai 19,8 miliar dolar AS (sekitar Rp285 triliun) dan ditargetkan mulai berproduksi pada 2027.

Blok Masela berpotensi memproduksi gas 1.600 juta standar kubik per hari (MMSCFD) atau setara 9,5 juta ton LNG per tahun, gas pipa 150 MMSCFD, dan 35 ribu barel minyak per hari.

Pada 2023, PT Pertamina (Persero) mengambil alih participating interest atau hak partisipasi Shell Upstream Overseas Services Ltd sebesar 35 persen di Blok Masela, Maluku.(wa/an)

Related posts

Pelanggar Perwali di Surabaya Disanksi Penyitaan KTP hingga Joget

kornus

Terima Kunjungan Siswa Seskoad, Ini Pesan Danrem 084/Bhaskara Jaya

kornus

Diklat Alih Golongan PNS TNI Wujud Perhatian Dari Organisasi

kornus