KORAN NUSANTARA
Headline Jatim

Program Chips, Puskesmas di Banyuwangi Rawat Warga Miskin Sakit di Rumah

 


Banyuwangi,mediakorannusantara.com- Seluruh Puskesmas di Banyuwangi memiliki program Jemput Bola Rawat Warga yaitu pelayanan kesehatan dengan merawat masyarakat miskin yang sakit dengan mendatangi langsung rumah pasien.

Kepala Puskesmas Sempu Hadi Kusairi mengatakan di Banyuwangi, Rabu, awalnya program Jemput Bola Rawat Warga adalah program inovasi yang dipelopori dari Puskesmas yang dipimpinnya dengan nama awal Chips.

Sejak program Chips diadopsi oleh seluruh Puskesmas di Banyuwangi, tenaga medis sudah melakukan 5031 kunjungan pelayanan kesehatan ke rumah warga yang sakit per Juli 2019 di seluruh wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Banyuwangi.

“Sejak program ini direplikasi ke 45 Puskesmas yang ada di Banyuwangi oleh Bupati, sudah 5.031 kunjungan per Juli, dan untuk wilayah kerja Puskesmas Sempu sudah 768 kunjungan,” kata Hadi.

Seorang petugas puskesmas sedang memeriksa seorang lansia di Kabupaten Banyuwangi, Kamis (2/2). (Dok.Humas Pemkab Banyuwangi)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Widji Lestariono mengatakan petugas Puskesmas di Banyuwangi secara aktif mencari warga miskin yang sakit dan tidak bisa berobat karena tidak memiliki ongkos, ataupun tidak ada yang mengantar seperti lansia sebatang kara.

“Jemput Bola Rawat Warga sekarang ini sudah dilakukan secara masif oleh Puskesmas di Kabupaten Banyuwangi, 45 Puskesmas secara aktif mencari warga miskin sakit tidak bisa berobat, lansia sebatang kara dan kemudian mereka menangani masalah kesehatannya,” kata Widji.

Widji menerangkan petugas medis harus mencari, lalu mendatangi, dan menangani masalah kesehatan masyarakat miskin yang sakit langsung di rumahnya. Jika penyakit pasien tersebut bisa ditangani dalam level Puskesmas akan segera diobati oleh tenaga medis, namun bila penyakitnya sudah parah bisa dirujuk ke rumah sakit.

Bahkan, Dinas Kesehatan Banyuwangi pun menganjurkan kepada petugas kesehatan juga menyantuni masyarakat miskin tersebut dengan dana pribadi masing-masing untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan berbagi kepada masyarakat.

“Menyantuni dari kantong pribadi petugas yang datang. Ini sengaja kami minta seluruh petugas yang melakukan aksi Jemput Bola Rawat Warga memberikan santunan dari kantong pribadi, tidak ada anggaran untuk santunan. Ini maksudnya adalah untuk melengkapi ladang pahala yang sudah terbentang luas di depan para petugas kesehatan,” kata Widji. (an/wan)

Related posts

Kepedulian Pelajar SD-SMP di Surabaya Terhadap Lingkungan Diganjar Penghargaan Adiwiyata Mandiri hingga Nasional

kornus

Gubenur Khofifah Ajak Semua Elemen Jaga Bumi untuk Kehidupan Berkelanjutan

kornus

Penangkapan Ikan Terukur Berbasis Kuota Utamakan Nelayan Kecil