KORAN NUSANTARA
Headline hukum kriminal indeks

Polsek Krembangan Ungkap Motif Seorang Kakek Tega Bacok Tetangga

Surabaya (MediaKoranNusantara.com) – Dipicu sakit hati, seorang kakek nekat membacok tetangganya sendiri dengan parang.Peristiwa pembacokan itu dilakukan Aliman (59), warga Jl Tambak Asri 22-C, Surabaya terhadap Kuswono (40). Akibat bacokan itu, menyebabkan Kuswono terluka di tangan kanan.

Tak terima dengan perbuatan Aliman, Kuswono melapor ke Polsek Krembangan. Aliman akhirnya ditangkap anggota Reskrim di rumahnya dengan barang bukti sebilah parang sepanjang 50 cm.

Kanit Reskrim Polsek Krembangan, AKP Naf’an mengungkapkan, Aliman dan Kuswono sudah saling mengenal dan rumahnya berhadap-hadapan. Aliman yang sehari-hari berjualan kopi dengan hidup yang pas-pasan itu, membuat Aliman dihina oleh Kuswono.
“Korban tidak suka dengan tersangka tanpa sebab yang pasti. Korban juga sering mengolok-olok tersangka,” ungkap Naf’an, Rabu (8/8/2018).

Olokan korban, membuat Aliman sakit hati dan merasa harga dirinya direndahkan. Puncaknya, akhir Juli lalu, saat Aliman berjualan kopi mendadak diolok-olok Kuswono tanpa sebab yang jelas.

Alimin dibilang miskin. Olokan itu membuat Aliman emosi. Kemudian mengambil parang ke rumah dan kembali menghampiri Kuswono.
Tanpa banyak bicara, Aliman lalu membacoknya. Beruntung, Kuswono dapat menghindar, sehingga hanya mengenai tangannya.
Usai dibacok, Kuswoyo lalu pulang dengan keadaan berlumuran darah. Kondisi ini, diketahui oleh istrinya. Tak terima suaminya dibacok lalu melaporkan Aliman ke polisi.

Sementara itu, Aliman dihadapan penyidik Polsek Krembangan mengaku, terpaksa membacok korban karena sakit hati dan merasa tidak bisa menahan emosinya.

“Harga diri saya merasa diinjak-injak oleh korban. Saya diolok korban dengan kata-kata miskin,” tutur Aliman. (KN03)

 

Foto : Tersangka Aliman didampingi petugas di amankan di Mapolsek Krembangan

Related posts

Puluhan Ribu Massa Demonstran Kepung Istana Negara

kornus

Jelang Pemilu 2024, Kominfo Jatim Audiensi dengan Polda dan Provider

kornus

PBNU Minta Aparat Tidak Ragu Tindak Terorisme