
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi menjalin kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk memperketat pengawasan distribusi pupuk nasional. Langkah strategis ini diambil guna memastikan penyaluran pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi tepat sasaran dan langsung sampai ke tangan petani yang membutuhkan.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pengawasan ketat ini bertujuan untuk menghindari keterlambatan distribusi yang berpotensi memicu kerugian ekonomi nasional. Dengan sistem distribusi yang tertib dan tepat waktu, produktivitas petani diharapkan meningkat secara signifikan demi menyokong program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam arahannya di Bontang, Kalimantan Timur, Kapolri menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian di berbagai wilayah untuk mengawal proses penyaluran pupuk secara maksimal. Selain mengejar target swasembada, kerja sama ini menjadi bagian dari peta jalan besar pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu lumbung pangan dunia. Bersamaan dengan agenda tersebut, Kapolri juga menghadiri peresmian proyek pembaruan (revamping) pabrik amonia milik PT Pupuk Kalimantan Timur.( wa/ar)
