KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

Perpanjangan Jabatan Habis, Sahudi Diparkir

sahudiSurabaya (KN) – Perpanjangan jabatanya telah terhitung per tanggal 1 Juli 2011, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Sahudi di parkir, alias jabatanya tak diperpanjang lagi. Secara otiomatis, Sahudi sudah lepas dari jabatanya sebagai orang nomor satu di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Yayuk Eko Agustin, Kamis (30/07), petang. Kepada wartawan, Yayuk membenarkan bahwa masa bakti Sahudi berakhir pada 1 Juli 2011.
Selain itu Sahudi juga akan lepas dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan. Hal ini dikarenakan Walikota Tri Rismaharini tak mau lagi memperpanjang masa kerja Sahudi sebagai Kepala Dinas Pendidikan. “Memang beliau akan pensiun 1 Juli ini,” ujar Yayuk saat dikonfirmasi.
Beredar informasi, Walikota Surabaya tidak menunjuk pengganti Sahudi secara langsung. Walikota hanya mengisi kekosongan jabatan Kepala Dinas Pendidikan dengan pelaksana tugas (plt). Informasi yang beredar, pejabat yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan adalah Asisten III Sekkota Surabaya M Taswin.
Saat hal ini dikonfirmasikan kepada Yayuk, Kepala BKD tersebut mengaku masih belum mengetahui secara pasti. “Peggantinya belum ada, masih plt aja,” katanya.
Yayuk menegaskan, proses pergantian Kadindik Kota Surabaya kali ini, tidak akan berpegaruh pada proses penerimaan siswa baru. Pasalnya menurut Yayuk, secara sistematis proses tersebut sudah berjalan dan terbentuk kepanitiaan. “Pokoknya tidak akan mengganggu PSB yang saat ini berlangsung. Semuanya sudah berjalan,” ujarnya.
Terkait pengganti definitif, Yayuk menambahkan, jika itu kewenangan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).
Sementara Anggota Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah menyarankan, sebaiknya yang mengisi jabatan Kepala Dinas Pendidikan untuk menngantikan Sahudi adalah orang dari luar dinas yang ahli di bidang pendidikan. Seleksinya bisa melibatkan tim independen untuk melakukan fit and proper test.
“Sebaiknya pemkot tak salah pilih orang untuk memajukan pendidikan di Surabaya. Pilih yang profesional,” ujar Khusnul. (anto/jack)

Foto : Sahudi Mantak Kdindik Surabaya

Related posts

Aparatur Negara Masih Sering Melanggar Dalam Pelayanan Perizinan Usaha

kornus

Bakamla Segera Bentuk Poksimar di Natuna

kornus

DPR-Pemerintah Marah Karena KPK Terlalu Banyak Kerja

redaksi