KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Nasional

Pemprov Jatim Percepat Normalisasi Kanal Bengawan Jero untuk Kendalikan Banjir Lamongan

​Lamongan, mediakorannusantara.com-Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mengakselerasi normalisasi kanal sungai sepanjang sembilan kilometer di kawasan Bengawan Jero sebagai langkah strategis dalam menanggulangi banjir.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa percepatan ini sangat mendesak dilakukan guna mengendalikan luapan air, mengingat puncak musim hujan pada Januari 2026 memicu peningkatan debit air yang signifikan.

​Saat meninjau lokasi banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Lamongan, pada Sabtu (10/1), Khofifah menjelaskan bahwa wilayah tersebut memiliki banyak anak sungai yang bermuara ke Kabupaten Gresik.

Normalisasi sepanjang sembilan kilometer ini diproyeksikan mampu memperlancar distribusi air agar langsung menuju laut tanpa hambatan. Namun, langkah ini memerlukan koordinasi intensif lintas kabupaten, khususnya dengan Pemerintah Kabupaten Gresik, karena jalur aliran air melewati kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) yang berisiko terkena limpasan.

​Terkait pengaturan teknis di lapangan, saat ini pintu air Kuro di Kecamatan Glagah masih ditutup untuk menjaga kendali aliran air.

Khofifah menyebutkan bahwa operasional pintu air akan bersifat dinamis mengikuti kondisi cuaca. Jika intensitas hujan menurun, suplai air akan segera dibuka kembali agar genangan di kawasan Bengawan Jero dapat lebih cepat surut. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat data BMKG Juanda menunjukkan curah hujan di Januari ini melonjak drastis hingga 58 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

​Dampak banjir di Lamongan sendiri tercatat cukup luas. Plt. Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, M. Naim, melaporkan bahwa banjir terparah melanda lima kecamatan, yakni Deket, Kalitengah, Turi, Karangbinangun, dan Glagah.

Hingga kini, lebih dari seribu rumah warga serta sekitar 12 ribu hektare lahan sawah dan tambak terendam air.

Total kerugian sementara akibat bencana ini diperkirakan mencapai Rp4 miliar, sementara BPBD terus berupaya mengoptimalkan pengoperasian empat pompa utama di Bendungan Kuro dan pintu air Tambakombo secara bergantian. ( wa/ar)

Related posts

Program BLT BBM Tahap 2 mulai tersalur ke 3 juta KPM

UNICEF dan Kementerian Agama RI Luncurkan Buku bertopik Islam dan Hak-Hak Anak

kornus

Panglima TNI: Satuan Intelijen, Teritorial dan Penerangan Harus Saling Bersinergi

kornus