KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

Pemkot Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduknya Dengan Program KB Pria

Surabaya (KN) – Guna mengendalikan laju pertumbuhan penduduknya, berbagai langkah dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Salah satu upaya yang saat ini tengah gencar dilakukan adalah meningkatkan efektifitas program KB yang melibatkan peran aktif pria dalam mengatur Kelahiran dan kesejahteraan keluarganya.Kepala Bapemas Kota Surabaya Antik Sugiarti mengungkapkan, saat ini pertambahan jumlah penduduka di Surabaya sekitar 0,1 persen. Persentase tersebut lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Khawatir terjadi ledakan penduduk, Pemerintah Kota secara intensif melakukan sosialisasi program KB. Jika selama ini peserta KB mayoritas kaum ibu, beberapa tahun terakhir ini sasaran KB adalah para pria, terutama untuk keluarga menengah ke bawah yang memiliki anak lebih dari tiga.

Program yang pernah popular di era orde baru ini digalakkan kembali, disamping untuk menekan pertumbuhan penduduk, juga untuk meingkatkan kesejahteraan keluarga. “Sasaran yang kita tuju rata-rata mereka kelompok menengah ke bawah yang mempunyai jumlah keluarga banyak, dan yang kesulitan dalam proses pendidikan, kesehatan dan sandang pangan.

“Program Pemkot ini tujuanya untuk menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Jika jumlah penduduk meningkat anak-anak sebagai penerus tidak mampu mendapatkan kehidupan yan lebih bauk” jelasnya.

Salah seorang peserta KB Pria, Suharto Ahmad mengungkapkan manfaat mengikuti KB. Ketua Paguyuban KB pria di kawasan Pakal ini mengatakan, setelah mengikuti KB sekitar tiga tahun lalu, ia  tidak khawatir akan kebobolan mempunyai anak lagi.

Setelah mengetahui sisi positifnya, banyak warga Pakal yang tertarik mengikuti program KB.  “Mengikuti program ini aman dan tidak lama prosesnya. Hanya tujuh menit selesai. Mitos bahwa setelah operasi kondisi fisik akan menurun tidak benar. Banyak warga Pakal yang telah mengikuti KB Pria ini” jelas Suharto, pria yang mempunyai lima anak ini.

Kepala Bapemas, Antik Sugiarti kembali mengatakan, untuk meningkatkan program KB dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya aktif melakukan sosilisasi ke warga, membentuk paguyuban KB pria dan mengdakan pelayanan Medis operasi pria MOP secara mobile dengan menggunakan bus pelayanan KB. Hal itu dilakukan, karena masih ada pemahaman yang berbeda dari masyarakat.

“Kenapa masih belum banyak pria yang ikut? Karena masih ada pemahaman yang keliru. Mereka yang ikut KB, sebenarnya jika ingin akan punya anak lagi masih bisa, namanya di rekanalisasi” tambah Mantan Kabag Kerjasama.

Namun demikian, Antik Sugiarti menambahakn dari data Bapemas peserta KB pria melalui MOP diperkirakan mengalami peningkatan. Di tahun 2011, sebanyak 154 pria yang mengikuti KB. Tahun ini diperkirakan lebih besar, karena di bulan januari sebanyak 63 orang yang memilih program KB ini. (anto)  

Related posts

Menhan Prabowo Terima Kasal, Bahas Kebutuhan Alutsista TNI AL

kornus

Walikota Risma Resmikan Jogging Track dan Media Center di Kebun Binatang Surabaya

kornus

Hanya Dengan Semangat Nasionalisme Perhelatan Kampung Pahlawan Telah Dibuka

kornus