
JAKARTA. Mediakorannusantara.com ‘ Perindustrian Muhammad Sarmuji mendorong penguatan industri mebel dan kerajinan nasional, khususnya berbasis rotan, untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta memperkuat daya saing melalui perlindungan dan dukungan yang lebih kuat.
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam industri rotan karena menguasai sekitar 85 persen potensi bahan baku rotan dunia.
“Keunggulan tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat industri pengolahan nasional sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga produsen produk furnitur dan kerajinan bernilai tambah tinggi,” kata Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji saat mengunjungi Furniture & Home Décor Pavilion Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia pada Trade Expo Indonesia 2026 di Tangerang, Rabu, 14 Oktober 2026.
Sementara Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia Abdul Sobur menyampaikan bahwa kekuatan bahan baku rotan harus diterjemahkan menjadi keunggulan industri nasional melalui kebijakan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Indonesia tidak boleh hanya bangga sebagai negara yang memiliki sumber daya rotan terbesar di dunia. Keunggulan tersebut harus diwujudkan menjadi kekuatan manufaktur, desain, merek, dan penguasaan pasar global. Karena itu, industri rotan perlu dijaga dan dikembangkan secara khusus agar nilai tambah serta lapangan kerjanya tetap berada di Indonesia,” kata Abdul Sobur pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Menurut Abdul Sobur, industri mebel dan kerajinan memiliki peran strategis karena berbasis sumber daya lokal, melibatkan banyak usaha mikro, kecil, dan menengah serta perajin, dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar di berbagai sentra produksi.
Selain itu, industri tersebut memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor lain, mulai dari kehutanan, logistik, desain, perdagangan, hingga pariwisata.
Oleh karena itu, penguatan industri mebel dan kerajinan dinilai dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia berharap perhatian pemerintah terhadap industri mebel dan kerajinan dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan konkret dan peta jalan pengembangan industri rotan nasional.
Menurut Abdul Sobur, dukungan yang konsisten diperlukan agar Indonesia mampu memperkuat posisinya sebagai pusat industri mebel dan kerajinan rotan dunia.
Adapun Kementerian Perindustrian menargetkan Indonesia menjadi hub produksi manufaktur furnitur global melalui penguatan hilirisasi kayu berkelanjutan serta peningkatan daya saing industri nasional.
Sektor furnitur dan kerajinan juga dinilai memiliki peran penting dalam penyerapan tenaga kerja serta keterhubungan dengan pasar global yang nilainya mencapai lebih dari 736,21 miliar dolar AS.
(wa/an)
