KORAN NUSANTARA
Headline indeks Surabaya

Pembangunan Capai 50 Persen, Takmir Masjid Al -Mubarok di Medayu Utara Gelar Halal Bihalal Dihadiri Pejabat dan Tokoh Masyarakat

Panitia asjid Al-Mubarok berfoto bersama Ketua DPRD dan Staf Ahli Wali Kota usai acara Silaturahmi dan Halal Bihalal, Minggu (7/5/2023) malam.

Surabaya (mediakorannusantara.com) – Takmir Masjid Al-Mubarok menggelar silaturahmi dan halal bihalal bersama panitia pembangunan, jemaah dan tokoh masyarakat sekitar pada Minggu (7/5/2023) malam. Masjid yang berdiri di Jl Medayu Utara Gang VIII E No 43-45, Kota Surabaya yang dibangun secara gotong royong tersebut, kini pembangunannya sudah mencapai 50 persen dan suda bias digunakan untuk ibadah.

Silaturahmi dan halal bihalal yang berlangsung di Masjid Al-Mubarok tersebut, juga dihadiri sejumlah tamu undangan. Di antaranya, Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono serta Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan M Afghani Wardhana mewakili Wali Kota Eri Cahyadi yang tidak bisa  hadir langsung karena pada waktu yang besamaan ada kegiatan dengan LPMK se- Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Penanggungjawab Pembangunan Masjid Al-Mubarok, H Mochammad Ali menyampaikan sejumlah poin kepada perwakilan Pemkot Surabaya terkait pembangunan masjid di Jalan Medokan Ayu Utara. Salah satunya soal legalitas.

“Kami sebagai ketua panitia pembangunan belum memegang sama sekali legalitas berupa surat sertifikat, itu merupakan kesulitan untuk mengajukan bantuan dana. Karena yang diminta itu surat-surat legalitas itu yang pertama,” kata H Mochammad Ali.

Selain itu, dia juga meminta solusi perihal fasilitas yang ada sekitaran masjid, berupa pavingisasi dan penyambungan saluran air PDAM. “Sekitar area masjid ini belum di paving, banyak jemaah yang jatuh kalau musim hujan. Kami belum punya PDAM,” kata dia.

Makanya, pihaknya berharap besar kepada Pemkot Surabaya agar bisa membantu merampungkan persoalan tersebut. “Kami berharap pemkot bisa membantu,” harapnya.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Mubarok, Asep Sugiato mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga pembangunan Masjid Al-Mubarok bisa terlaksana.

Meski proses pembangunannya sekarang masih mencapai 50 persen, namun pihaknya bersyukur, Masjid Al-Mubarok sudah bisa digunakan tempat ibadah oleh masyarakat. “Kami berharap dalam waktu dekat pembangunan Masjid Al-Mubarok ini bisa segera diselesaikan secara gotong royong,” kata Asep.

Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Afghani Wardhana memastikan, bahwa Pemkot Surabaya menjamin akses kemudahan dan kecepatan pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk seluruh tempat ibadah menjadi prioritas yang saat ini tengah digencarkan.

“Perizinan sekarang mudah sekali yang penting terpenuhi semua persyaratannya prioritasnya untuk semua rumah ibadah,” kata Afghani.

Afghani menyebut, percepatan pengurusan perizinan tersebut juga merupakan instruksi langsung yang diberikan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Oleh karenanya, dia meminta seluruh jajaran yang memiliki kewenangan melayani pengurusan izin pendirian bangunan bisa mengikuti perintah tersebut.

“Pak wali juga menyampaikan IMB harus diproses cepat dengan catatan semua berkas terpenuhi, minimal terkait status tanah bagaimana. Saya rasa welcome (terbuka) semua, batasnya dalam waktu sesingkat-singkatnya,” ujar dia.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mendukung langkah Wali Kota Era Cahyadi menempatkan pengurusan IMB untuk rumah ibadah sebagai prioritas.

“Mendukung upaya-upaya percepatan pelayanan perizinan tempat ibadah di Kota Surabaya,” kata Adi.

Dia juga merasa optimis langkah itu mampu memperkuat toleransi yang selama ini sudah terbentuk di Ibu Kota Jawa Timur.

“Wali Kota Surabaya sudah mengatakan bahwa tempat ibadah di Surabaya akan dipermudah perizinannya, sehingga mendirikan tempat ibadah itu menjadi legal dan birokrasi pemerintah juga sudah siap,” kata Adi.

Di sisi lain, dia juga mengapresiasi kerja keras panitia, jemaah dan warga sekitar yang telah bergotong-royong dalam membangun Masjid Al-Mubarok.

“Dulu waktu peletakan batu pertama saya juga hadir. Ini dalam waktu sekitar enam bulan sudah berdiri bangunannya 50 persen dan bisa digunakan. Mudah – mudahan dengan semangat dan kebersamaan seluruh panitia pembangunan, jamah dan tokoh masyarakat setempat, Masjid Al-Mubarok bisa segera diselesaikan,” tutupnya. (KN01)

Related posts

Pj Sekdaprov Wahid Wahyudi bersama Mantan Plh Sekdaprov Heru Tjahjono Silahturahmi ke Pimpinan DPRD Jatim

kornus

Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia Tahun 2017

redaksi

Dalam Sehari, Pemkot Surabaya Angkut 700 Ton Sampah Hasil Program Kerja Bakti “Surabaya Bergerak”

kornus