KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Nasional

Parade Tenun Atambua Bangkitkan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Daerah

ATAMBUA, mediakorannusantara.com – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menilai penyelenggaraan Parade Tenun di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), selain melestarikan tenun sebagai warisan budaya bangsa, juga turut mendorong kreativitas, menggerakkan perekonomian, dan mengembangkan pariwisata daerah.

​Menteri Dalam Negeri berharap kegiatan serupa terus ditingkatkan dan dipromosikan hingga tingkat dunia agar semakin banyak wisatawan datang ke Belu. Menurutnya, sektor wisata budaya dapat menjadi salah satu sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah, melengkapi potensi wisata alam yang dimiliki daerah tersebut.

​”Saya yakin dengan adanya kegiatan ini hotel-hotel penuh ini. Penerbangan juga penuh. Jadi restoran juga mungkin penuh. Banyak sekali yang bisa dibangkitkan. Saya pikir itu. Apresiasi saya kepada Pak Gubernur dan juga kepada Pak Bupati,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026.

​Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri pada Kegiatan “Exotic Tenun: Parade Tenun dan Fashion Show” di Pelataran Mal Pelayanan Publik Timor-Atambua, Kabupaten Belu, NTT, Jumat, 26 Juni 2026.

​Dalam kesempatan itu Menteri Dalam Negeri menyampaikan rasa hormat dan apresiasi tinggi terhadap semua pihak yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.

​Menteri Dalam Negeri membahas berbagai manfaat kegiatan tersebut, yang pertama, adalah soal mempertahankan budaya tenun. Menurutnya, tidak semua daerah memiliki kemampuan menenun seperti masyarakat Belu.

​”Jangan sampai nanti [tenun] kita diambil oleh orang luar negeri. Harus mempertahankan budaya, melalui festival acara-acara ini,” ujarnya.

​Kedua, lanjut Menteri Dalam Negeri, kegiatan tersebut mampu membangun kreativitas para desainer dan seniman. Ketiga, menggerakkan perekonomian melalui transaksi pembelian berbagai produk kerajinan. Keempat, menjadi hiburan yang menyegarkan bagi masyarakat.

​”Dari daerah-daerah seperti ini, biasanya hiburannya alam. Tapi ini ada hiburan yang lain, ada musik, ada fashion show. Ada tempat mengaktualisasikan diri bagi para jagoan-jagoan seni, desainer tenun,” kata Menteri Dalam Negeri.

​Kelima, kegiatan ini juga membanggakan orang tua dan sekolah karena para siswa tampil percaya diri mengenakan busana berbahan tenun lokal. Parade tenun ini diikuti peserta dari jenjang SD, SMP, SMA, serta kategori umum.

​”Yang SD, SMP, sangat confident gitu ya. Beraksi di depan kita semua dengan menggunakan pakaian-pakaiannya yang buatan lokal. Nah, ini mengundang kreativitas, keberanian. Saya jujur sangat menghargai dan ini hiburan yang sangat menyegarkan,” tuturnya.

​Usai acara, Menteri Dalam Negeri bersama rombongan mengunjungi stan yang memamerkan kerajinan tenun dan berbagai produk UMKM masyarakat Belu.

​Acara ini turut dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Belu Willybrodus Lay, Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga sekaligus Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, pengurus TP PKK Provinsi NTT dan Kabupaten Belu, serta perwakilan pejabat dari Timor-Leste dan Australia.(wa/an)

Related posts

730 Tahun Surabaya, UNICEF: Waktunya Naik Kelas Jadi Kota Layak Anak Dunia

kornus

Kemendagri Fokus Tiga Tugas soal IKN

Mensos Risma Jadikan Pahlawan Ekonomi Percontohan Nasional

kornus