Surabaya (KN) – Di era globalisasi, anak adalah individu yang lebih mudah untuk menerima pengaruh tanpa bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak. Dengan perkembangan teknologi sekarang ini, orang tua dituntut untuk mampu melindungi anak agar tidak terjerumus ke dalam kegiatan yang negatif. Salah satu cara yang dinilai mampu mengurangi pengaruh-pengaruh globalisasi adalah membekali anak dengan pendidikan spritual atau keagamaan.
Hal ini dikatakan Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Dr Rasiyo, dalam sambutannya yang di bacakan Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jatim, Harjogi SH, MM saat membuka Forum Jumpa Anak Indonesia di Hotel Garden Palace Surabaya, Senin (3/12).
Lewat pemahaman agama yang diajarkan sejak usia dini, Kata Harjogi, anak-anak bisa mendapat ketenteraman hati dan pondasi yang kuat untuk tidak terpengaruh dengan hal negatif yang diberikan oleh lingkungannya.
“Kita semua paham bahwa anak adalah makhluk yang lemah baik secara fisik maupun psikis. Anak-anak masih sangat membutuhkan bimbingan dan perlindungan dari berbagai tindak kekerasan yang mengiringi tumbuh kembang mereka, untuk itu kita sebagai orangtua sudah seharusnya melindunginya,” ujarnya.
Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak, sepanjang tahun 2010 telah menerima 1.258 pengaduan terkait dengan kasus anak yang bermasalah dengan hukum. Kasus menonjol yang ditemui antara lain pencurian, kekerasan, perkosaan, narkoba, perjudian dan penganiayaan.
Di era seperti saat ini, arus informasi global begitu deras, menembus sampai ke pelosok desa. Kemajuan teknologi informasi menghasilkan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses informasi. Kondisi seperti itu sangat memungkinkan semua masyarakat termasuk di dalamnya anak- anak menjadi sangat mudah mengakses informasi tidak terbatas dari manapun asal informasi tersebut.
Harjogi menuturkan, kemajuan teknologi informasi, selain membawa manfaat tentu juga mempunyai dampak negatif yang mempunyai pengaruh cukup besar bagi tumbuh kembang anak, untuk itu diperlukan upaya perlindungan terhadap dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh keterbukaan informasi global tersebut.
“Teknologi merupakan hasil rekayasa manusia yang menghasikan produktivitas, efisiensi dan kemudahan dalam memenuhi kebutuhannya. Namun dalam hal tertentu akibat pemanfaatan yang kurang tepat justru dapat menurunkan produktifitas dan berdampak negatif dalam kehidupannya,” kata Harjogi. (rif)
