KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Nasional

OJK Pastikan Dana Rp200 Triliun Aman dan Dorong Pertumbuhan Kredit

​Jakarta, mediakorannusantara.com. -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memastikan pengelolaan dana pemerintah senilai Rp200 triliun yang ditempatkan di lima bank umum berjalan efektif dan aman. Dana ini bertujuan untuk meningkatkan penyaluran kredit perbankan, namun tetap dengan prinsip kehati-hatian.

​Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa OJK meminta perbankan untuk menerapkan manajemen risiko terukur. Hal ini penting agar kualitas kredit tetap terjaga dan dana masyarakat serta pemerintah aman.

​Dian mengapresiasi langkah pemerintah yang menempatkan dana negara di lima bank, yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Harapannya, penempatan dana ini dapat menurunkan biaya dana (cost of fund/CoF) perbankan, yang pada akhirnya akan memengaruhi penurunan suku bunga kredit. Penurunan suku bunga ini diharapkan dapat menjadi stimulus pertumbuhan kredit untuk mendukung target ekonomi pemerintah.

​Faktor Lain di Balik Pertumbuhan Kredit

​Menurut Dian, pertumbuhan kredit tidak hanya bergantung pada ketersediaan likuiditas. Faktor eksternal seperti permintaan pembiayaan dari dunia usaha, prospek ekonomi nasional, stabilitas politik dan keamanan, serta kualitas sumber daya manusia juga sangat berperan.

​Sebagai informasi, likuiditas perbankan saat ini dalam kondisi baik. Hal ini tercermin dari rasio AL/NCD sebesar 119,43 persen dan AL/DPK sebesar 27,09 persen pada Juli 2025, jauh di atas ambang batas minimal masing-masing 50 persen dan 10 persen.

​Perbankan Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Dinamika Global

​Dian menegaskan bahwa ekonomi Indonesia masih solid. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2025 mencapai 5,12 persen yoy, melampaui ekspektasi. Sektor manufaktur juga kembali ekspansif dengan PMI 51,5 pada Agustus 2025. Selain itu, optimisme konsumen tetap terjaga dengan indeks keyakinan konsumen di level 117,2 pada Agustus 2025.

​Meskipun pertumbuhan kredit sedikit melambat, sektor perbankan tetap tangguh. Pada Juli 2025, kredit tumbuh 7,03 persen yoy, didorong oleh kredit korporasi yang naik 9,59 persen yoy. Sektor yang paling berkontribusi adalah rumah tangga, industri pengolahan, serta pertambangan dan penggalian.

​Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) naik 7,00 persen yoy, dan loan to deposit ratio (LDR) berada di level 86,54 persen, menunjukkan bahwa ruang ekspansi kredit masih terbuka lebar. Pertumbuhan undisbursed loan yang mencapai 9,52 persen yoy juga mengindikasikan adanya kelonggaran tarik kredit di masa depan yang dapat dimanfaatkan oleh para debitur. ( wa/ar)

Related posts

Gas Bumi Pilar Swasembada Energi Nasional, BPH Migas dan PGN Sinergi Percepat Infrastruktur

Prajurit TNI di Lebanon Raih Brevet Penghargaan dari Negara Tanzania

kornus

Gubernur Khofifah Resmikan Koridor Pertama Trans Jatim di Malang Raya: Murah, Aman, dan Berteknologi Tinggi

kornus