
Jakarta, – Menteri Wakaf Suriah, Muhammad Abu Khoiri Syukri, menyebut Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), sebagai sosok yang inspiratif dan memiliki peran penting dalam perdamaian dunia.
”Kami telah mendengar banyak tentang sosok Pak JK sebelum bertemu, sosok yang inspiratif dan mampu melalukan gerakan-gerakan untuk rekonsiliasi dan perdamaian,” ujar Syukri, sebagaimana keterangan tertulis dari tim media Jusuf Kalla yang diterima di Jakarta, Minggu (3/11/2025 – diperkirakan tanggal setelah November 2025, menyesuaikan konteks waktu saat ini).
Menteri Wakaf Suriah menemui Jusuf Kalla di Jakarta pada Sabtu (1/11/2025) dalam rangka silaturahmi dan saling tukar pengalaman. JK didampingi oleh mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Hamid Awaluddin, dan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bidang Kerja Sama dan Hubungan Luar Negeri, Anizar Masyhadi. Sementara itu, Syukri didampingi Mufti Damaskus Abdul Fattah Bizm dan Syaikh Muhammad Rajab Dieb.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Wakaf Suriah mengatakan kunjungannya ke Indonesia bertujuan untuk memperkuat hubungan kedua negara. Secara khusus, ia ingin mendapatkan pengalaman sukses Indonesia dalam mengelola keberagaman yang sangat majemuk.
Syukri juga menyampaikan undangan kepada Jusuf Kalla untuk berkunjung ke Suriah, melihat “Suriah yang baru,” dan diagendakan pertemuan dengan para ulama serta pimpinan-pimpinan lembaga keislaman, sekolah, dan universitas. Ia juga telah membuka pintu masuk bagi masyarakat Indonesia yang akan studi di Damaskus.
Sebagai balasan, Jusuf Kalla menawarkan warga negara Suriah untuk studi di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.
JK menyambut baik pemerintahan baru Suriah di bawah kepemimpinan Presiden Ahmed Al Sharaa, seraya berdoa agar Suriah kembali damai dan maju. Ia menilai, apa yang terjadi di Suriah pada rezim yang lama disebabkan oleh adanya ketidakadilan dan sikap diktator.
Jusuf Kalla mendorong tercapainya perdamaian yang sempurna dan rekonsiliasi dalam negeri di Suriah, karena hal itu merupakan faktor penentu dalam membangun negara yang kuat dan maju. Ia juga menyebut Indonesia, melalui Presiden Prabowo Subianto, telah mengambil langkah strategis dalam peran global dan perdamaian dunia.
Sebagai Ketua Umum DMI, Jusuf Kalla menyambut baik kerja sama dengan Suriah dalam berbagai peran strategis, khususnya pendidikan dan penyebaran dakwah wasatiyyah Islam (Islam Moderat).( wa/ar)
