KORAN NUSANTARA
Hankam Headline Nasional

Menlu Sugiono Tegaskan Pasukan TNI di Gaza Fokus pada Misi Kemanusiaan, Bukan Operasi Militer

Ilustrasi Pasukan kemanusiaan RI

Jakarta, mediakorannusantara.com -Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) di Gaza, Palestina, tidak akan melakukan operasi militer. Dalam keterangannya di Washington DC pada Jumat malam waktu setempat, Sugiono menjelaskan bahwa Indonesia telah menyampaikan batasan pengerahan pasukan atau national caveat kepada pihak ISF. Indonesia menekankan bahwa pasukan yang dikirim tidak akan terlibat dalam pelucutan senjata maupun proses demiliterisasi di wilayah tersebut.

“National caveat kita juga sudah kita sampaikan ke ISF bahwa kita tidak melakukan operasi militer. Kemudian kita tidak melakukan pelucutan senjata, kita tidak melakukan apa yang disebut demiliterisasi,” ujar Sugiono. Ia menambahkan bahwa fokus utama ribuan pasukan Indonesia yang dikerahkan secara bertahap adalah menjalankan tugas kemanusiaan serta melindungi masyarakat sipil. Prajurit TNI juga memiliki aturan keterlibatan (rule of engagement) untuk mempertahankan diri jika terjadi serangan saat bertugas.

Terkait peran Indonesia, Sugiono menyebutkan bahwa Indonesia dipercaya menjabat sebagai Wakil Komandan ISF di bidang operasi, mendampingi Amerika Serikat yang bertindak sebagai force commander. Penunjukan ini merupakan bentuk penghormatan atas reputasi dan rekam jejak prajurit Indonesia dalam berbagai misi perdamaian dunia. “Karena pasukan Indonesia juga merupakan yang terbanyak di sana, maka deputy commander operasi ini juga merupakan sesuatu penghormatan dan penghargaan terhadap track record Indonesia. Kemudian, reputasi prajurit-prajurit Indonesia di berbagai medan penjagaan perdamaian,” ungkap Sugiono.

Sebelumnya, dalam pertemuan Board of Peace di Donald J. Trump Institute of Peace, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan 8.000 prajurit TNI guna mendukung stabilitas pasca-gencatan senjata di Gaza. “Gencatan senjata (di Gaza) merupakan capaian yang riil terjadi. Kami memuji capaian ini dan untuk itu kami menegaskan kembali komitmen untuk berkontribusi mengirimkan prajurit kami dalam jumlah yang signifikan sebanyak 8.000, bahkan bisa lebih jika dibutuhkan,” tegas Presiden Prabowo. Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers memproyeksikan total 20.000 tentara dan 12.000 polisi akan dikerahkan untuk memulihkan situasi, dengan Rafah sebagai tujuan utama pertama misi tersebut.( ar/an)

Related posts

Korem 084/Bhaskara Jaya Bakal Masuki Gladi Posko I

kornus

Relawan se- Bandung Raya Deklarasi ‘Sauyunan 2024 Milu Jokowi’

Respati

Pemkot Surabaya Gelar Lomba Paduan Suara Antar Gereja Berhadiah Puluhan Juta 

kornus