KORAN NUSANTARA
ekbis indeks Jatim

Meningkatnya Pertumbuhan Ekonomi Jatim Bakal Geser DKI Jakarta Pada 2013

Surabaya (KN) – Dengan terus meningkatnya pertumbuhan ekonomi, tak menutup kemungkinan Jatim bakal menggeser posisi DKI Jakarta. Di 2011 lalu pertumbuhan ekonomi Jatim telah mampu mencapai 7,2 persen. Tahun 2012 ini, Gubernur Jatim Dr H Soekarwo menargetkan mampu meningkat capai 7,5 persen.“Targetnya, tahun 2013 mendatang Jatim mampu mampu menggeser Jakarta yang selama ini menduduki peringkat pertama. Bukan tidak mungkin, karena Jatim terus menunjukkan perkembangan yang positif dan Jatim siap penuhi target tersebut,” kata Asisten I Bidang Pemerintahan Setdaprov Jatim, Dr Asyhar saat ditemui di kantor Gubernur, Rabu (4/4).

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Jatim hanya memiliki sedikit selisih angka dengan Jakarta. Adapun tiga provinsi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia di Pulau Jawa yakni DKI Jakarta sebesar 16,5 persen, Jawa Timur sebesar 14,7 persen dan Jawa Barat sebesar 14,3 persen.

Tingginya sumbangsih dari Jakarta untuk rata-rata nasional, dikarenakan jumlah penduduk Jawa Timur jauh lebih besar daripada Jakarta yakni 37 juta. Namun, seperti dikatakan Gubernur Soekarwo, pertumbuhan ekonomi Jatim sangat luar biasa karena masyarakat Jatim itu punya mental petarung.

Menurut perhitungan standar internasional keputusan Menpan No. 9 tahun 2007, indeks pengukuran kinerja ada 5, di antaranya pertumbuhan, pengurangan kemiskinan, pengurangan pengangguran, disparitas dan indeks pembangunan manusia. Menurut indeks pengukuran kinerja, suatu wilayah dinyatakan gagal jika kinerja tumbuh tetapi ada kemiskinan, tidak menyerap tenaga kerja atau disperitas antar daerah masih tinggi.

Mengenai disparitas, Kepala Daerah di Jatim dinilai mempunyai sense of business. Halk itu dibuktikan dengan berkembangnya beberapa wilayah di antaranya Banyuwangi, Jombang, dan Malang. Perkembangan baru juga terjadi di Tuban, Gresik, Lamongan dan Probolinggo.

Untuk upaya mencapai target menggeser posisi Jakarta pada 2013, Pemprov Jatim terus mengupayakan peningkatan dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi prioritas. Selama ini, sektor koperasi dan UMKM memegang peranan sangat penting dalam pembangunan ekonomi dengan menyumbang sekitar 53,82 % terhadap PDRB Jawa Timur.

Besarnya jumlah UMKM di Jatim yang mencapai 4.211.564 unit merupakan potensi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, UMKM memiliki keterbatasan dalam mengakses sumber dana dan permodalan (visible but not bankable). Saat ini, UMKM yang bisa mengakses ke Perbankan baru 24,46%. Sementara 75,54% koperasi dan UMKM terkendala mengakses ke perbankan, meskipun feasible. BPR sebagai industri keuangan mikro kecil yang menjangkau sampai wilayah perdesaan merupakan mitra UMKM dalam memperoleh sumber permodalan. (ms)

Related posts

Jangan Lewatkan, Pemkot Surabaya Ajak Warga Rayakan Imlek di Kya-Kya Chunjie Fest 2026, Hadirkan Budaya Pecinan 14–16 Februari

kornus

Pengusaha Surabaya Menjalin Kerjasama Dengan Konsultan Bisnis Belanda

kornus

Bukan Cuma-cuma, Wali Kota Eri Cahyadi Ungkap Syarat Gen Z Surabaya Dapat Dana Rp5 Juta per RW

kornus