KORAN NUSANTARA
ekbis indeks

Kue Rangin Yang Nyaris Hilang Terbawa Angin

Surabaya (KN) – Rangin, kue berbahan tepung ketan, kelapa, gula serta bahan lainnya ini  kini nyaris terbawa angin modernisasi. Gampang-gampang susah menemukan penjual rangi sekarang ini.

Dilihat dari tampilannya, memang kue ‘wong ndeso’ ini tak seberapa menarik perhatian dibanding kue jaman sekarang. Bahkan, pembuatannya terkadang kurang higienis.

Biasanya, si penjual rangin membungkus kuenya dengan sesobek kertas koran, kalau beli banyak diberi bonus bungkus plastik hitam. Harganya bervariasi, mulai Rp 3.000 – 8.000 untuk satu cetakan rangin.  Satu cetakan rangin terdiri dari dua baris, masing-masing baris terdiri dari 12 kue rangin.

Saya punya langganan penjual kue rangin, biasanya saya memanggulnya dengan Pak Breng. Dulu, ketika anak saya masih TK, saat saya mengantar ke sekolah, Pak Breng sering ‘buka stand’ di depan sekolah. Pak breng yang seneng pakai baju warna ngejreng bahkan datang lebih pagi dari anak-anak TK.

Karena pangsa pasarnya anak-anak kecil, tentu saja harga jualnya disesuaikan dengan ukuran kantong anak TK. Rp 500 dapat empat biji kue rangin alias Rp 3.000 jika membeli satu cetakan.

Makannya harus hangat-hangat sebab kalau sudah dingin, ranginnya jadi melempem kena angin. Rasanya lumayan untuk ukuran kue seharga Rp 3.000.

Pengin yang agak mahalan juga ada. Biasanya,si penjual rangin ini ‘buka stand’ di depan foto Istana di kompleks pertokoan Darmo Park jalan Mayjen Sungkono. Kenapa mahal, sebab si penjual kue ini memberi variasi, misalnya dengan menambahkan keju, coklat atau meses.  Harganya Rp 8.000 kalau pakai keju. (red)

Related posts

Tangani Pasien Covid-19, Pemprov Jatim Butuh 3.200 APD

Kapolri Luncurkan Buku “Democratic Policing” Untuk Polisi Pemikir

kornus

Kunjungi ITS, Menteri Desa PDTT Diskusikan Pembangunan Desa Bersama ITS

kornus