KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Jatim

KPK Geledah Pendopo dan Kantor Dinas PUPR Tulungagung Terkait Dugaan Korupsi

KPK Geledah Pendopo dan Kantor Dinas PUPR Tulungagung Terkait Dugaan Korupsi

Tulungagung, mediakorannusantara.com – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah dinas bupati dan sejumlah ruang kerja kantor dinas Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada hari Kamis, 16 April 2026.

Berdasarkan pantauan di sekitar kompleks pendopo kabupaten dan kantor Pemkab Tulungagung, tim penyidik KPK terbagi dalam dua kelompok yang langsung menyasar rumah dinas bupati (pendopo) dan kantor Dinas PUPR sejak pagi sekitar pukul 08.30 WIB.

Di pendopo, tim penyidik KPK menggunakan tiga unit mobil Innova reborn warna gelap dan satu unit lagi bergerak di kantor PUPR.

“Iya, hari ini ada kegiatan APH (aparat penegak hukum) melakukan monitoring di kantor PUPR,” kata Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung Endra Wibawa saat dikonfirmasi awak media di Tulungagung.

Sempat beredar kabar tim penyidik KPK langsung menggeledah ruang-ruang yang disegel, namun kabar ini segera dibantah Endra yang menyatakan empat ruang di PUPR masih dalam keadaan tersegel dan belum dibuka penyidik KPK.

Demikian juga dengan ruangan Bagian Pengadaan dan Jasa (BPJ) yang tersegel juga masih utuh saat ditunggui awak media hingga pukul 11.00 WIB.

Hanya di kompleks pendopo yang juga menjadi kantor dinas bupati, tim penyidik KPK terpantau masih melakukan kegiatan penggeledahan tertutup.

Wartawan hanya bisa mengamati dari luar pintu gerbang yang ditutup tim keamanan pendopo.

Tiga mobil Innova reborn warna gelap yang diyakini membawa tim KPK masih terparkir di depan pendopo, sementara satu unit mobil patroli polisi jenis SUV terparkir di jalur menuju pintu keluar.

“Tadi (tidak sengaja) melihat orang KPK di dalam,” kata Kepala Dinas Pemadam dan Keselamatan Kabupaten Tulungagung Lugu Tri Handoko kepada awak media.

Lugu Tri Handoko mengaku tidak sengaja melihat keberadaan tim KPK karena salah informasi saat dipanggil Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin.

Ia mengira diminta merapat ke pendopo, namun ternyata pelaksana tugas bupati berada di kantor Pemkab Tulungagung.

Operasi penggeledahan ini merupakan kegiatan pertama yang dilakukan tim penyidik KPK sejak operasi tangkap tangan terhadap Bupati Gatut Sunu Wibowo beberapa waktu lalu.

Penangkapan itu terkait dugaan tindak pidana korupsi pemerasan terhadap para pejabat OPD (organisasi perangkat daerah) di lingkup Pemkab Tulungagung dengan nilai mencapai miliaran rupiah.(wa/ar)

Related posts

Permudah Layanan, KPU Rencanakan Super App

Rapat dengan DPRD Melalui Telencoference, Walikota Risma Paparkan Kebijakan Penanganan Covid-19 di Surabaya

kornus

Panglima TNI : Prajurit Kopassus Momok Menakutkan Bagi Musuh Negara

kornus