Madiun, mediakorannusantara.com -Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur, menerima dana insentif fiskal senilai Rp7,1 miliar dari pemerintah pusat sebagai apresiasi atas kinerja optimal dalam percepatan penurunan kasus stunting di wilayahnya.
Wali Kota Madiun, Maidi, menyampaikan bahwa penghargaan ini diberikan bersamaan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Sekretariat Negara di Kementerian Kesehatan, Jakarta.
”Capaian ini adalah hasil kerja keras Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kota Madiun dan semua pihak terkait. Angka stunting di Kota Madiun memang menunjukkan penurunan yang signifikan,” ujar Wali Kota Maidi.
Kota Madiun menjadi satu dari tiga daerah yang berhasil meraih insentif terbesar, bersama dengan Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Tangerang, yang ketiganya sama-sama mendapatkan lebih dari Rp7 miliar. Sementara itu, 47 daerah lain menerima insentif bervariasi antara Rp5 miliar hingga Rp6 miliar.
Data Penurunan dan Upaya Pemkot
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, kasus stunting di Kota Madiun berada di angka 11,8 persen (sekitar 391 anak), turun dari 12,8 persen pada tahun sebelumnya.
Meski demikian, data riil dari pendataan di tingkat Posyandu mencatat angka stunting Kota Madiun hanya 4,5 persen. Wali Kota Maidi menilai angka ini lebih akurat karena didasarkan pada data by name-by address, berbeda dengan SSGI yang menggunakan metode sampling dan mencakup anak yang belum tentu merupakan warga administrasi Kota Madiun.
”Prinsipnya, kami terus berupaya keras untuk menekan masalah stunting ini. Alhamdulillah, hari ini upaya kita mendapatkan reward dari pusat,” katanya.
Berbagai program telah dan terus dilakukan Pemkot Madiun, meliputi:
Pencegahan Kasus: Mencegah pernikahan dini, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja untuk mencegah anemia, serta pendampingan komprehensif mulai pranikah, saat melahirkan, hingga pasca melahirkan.
Intervensi Gizi: Pemkot memiliki Program Warung Setop Stunting (WSS) yang menyediakan kebutuhan pokok, sayuran gratis, makanan siap saji, asupan protein, hingga uang saku belanja di lapak UMKM tiap kelurahan untuk ibu hamil dan balita.
Edukasi: Gencar melakukan edukasi gemar makan ikan untuk anak balita, siswa, kader Posyandu, dan PKK.
Kolaborasi Program: Mengkolaborasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pusat untuk menambah asupan gizi anak-anak.
Dengan berbagai langkah ini, Pemkot Madiun optimistis angka stunting dapat terus ditekan dan target bebas stunting dapat tercapai. ( wa/ar)
