KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

Komisi C DPRD Surabaya Perjuangkan Revitalisasi Pasar Tunjungan

Simon PDS Surabaya (KN)- Komisi C DPRD Surabaya terus memerjuangkan tentang pembangunan fisik kota, Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). Salah satunya tentang pentingnya revitalisasi Pasar Tunjungan. Bila PD Pasar Surya tidak mampu mencarikan investor untuk membangun pasar yang kini kondisinya memprihatinkan itu, Komisi C bakal merekomendasikan penggelontoran anggaran untuk pembangunan pasar tersebut dengan sistem multiyears.

Pasar Tunjungan adalah salah satu pasar yang terletak di pusat kota. Namun dibandingkan pasar lain, misalnya Pasar Genteng, kondisi Pasar Tunjungan sangat memprihatinkan. Bertahun-tahun sejak tahun 1980-an pasar ini mati suri. Bangunannya banyak yang rusak, 70 persen stan tutup dan pengunjung pun otomatis enggan mengunjungi pasar ini.

Minggu lalu, Komisi C melakukan sidak ke pasar ini. Anggota dewan dari Komisi bidang pembangunan ini, ingin melihat langsung kondisi di lapangan.  “Ternyata kondisinya memang memprihatinkan,” kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Simon Lekatompessy.

Dewan mengambil langkah cepat. Sebab, Komisi C tidak ingin situasi pasar di tengah kota seperti itu dibiarkan berlarut larut. Hal ini mengingat Pasar Tunjungan sebetulnya sudah mati suri sejak beberapa tahun silam.

Faktanya PD Pasar Surya sebagai pengelola pasar tersebut belum mampu melakukan revitalisasi. Padahal rencana revitalisasi sudah direncanakan sejak bertahun-tahun yang lalu.

“Masa pasar milik pemerintah pas di pusat kota kok mati? Jika PD Pasar tidak mampu mencari investor, kami akan memperjuangkan untuk membangun pasar ini dengan dana APBD,” terang Simon.

Alasan yang dikemukakan Simon cukup sederhana. APBD Surabaya memiliki salah satu kekuatan yang terbesar se-Indonesia. Bahkan dengan APBD, Pemkot mampu membangun Surabaya Sport Centre (SSC) dengan biaya sebesar Rp 452 miliar.  “Membangun SSC saja Surabaya mampu, apalagi membangun pasar,” cetusnya.

Menurut Simon, Komisi C pun sudah memiliki mimpi terhadap pasar ini. Setelah revitalisasi, pihaknya akan mengajukan draf agar Pasar Tunjungan diubah menjadi pusat seni dan handycraft.

Simon mengatakan, mereka yang boleh berdagang di Pasar Tunjungan nanti adalah para pedagang kecil, logika berpikirnya sederhana. Ia menyebutkan pedagang kecil harus diberikan tempat yang bagus agar bisa berkembang.

“Pedagang kecil jangan ditaruh di tempat yang jelek. Kalau seperti itu, kapan mereka bisa berkembang dan maju?,” katanya.

Mimpi ini didasari dari hasil studi banding Komisi C ke Pasar Kumbasari, Denpasar, Bali. Menurut dia, pengelolaan pasar Kumbasari sangat bagus. Nantinya Pasar Tunjungan akan dikonsep seperti di pasar tersebut, yang dilengkapi pula dengan penyajian cara membuat handycraft atau semacam workshop.

“Pengunjung yang ingin membeli bisa langsung tahu cara pembuatannya. Mereka akan membeli, sekaligus bisa belajar,” tambah Simon.

Hal yang sama dilontarkan Ketua Komisi C Sachiroel Alim Anwar. Ia menyesalkan aset daerah yang terbengkalai karena tidak dimanfaatkan dengan baik. ”Ironis jika Pemkot banyak mengeluarkan izin terhadap pasar moderen, tetapi serbaliknaya justru pasar milik sendiri tidak terawat,” kata Alim.

Sachirul Alim Anwar menegaskan, harus ada langkah penyelamatan aset. Kata Alim, pasar bisa pula dijadikan pusat perkulakan untuk wilayah Surabaya dan bahkan Indonesia Timur. Bisa pula dijadikan pusat perkulakan perangkat TI (teknologi dan informasi) atau yang lainnya.(anto/Jack/adv)

Foto : Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Simon Lekatumpesi

Related posts

Sebelum Digelar, Dandim Lamongan Tinjau Lokasi TMMD

kornus

Pemprov Jatim Siapkan Inovasi Pelayanan Publik Bidang Kesehatan 2021

kornus

Emil Dardak : SOP dan ISO Jadi Bagian Penting Dalam Keamanan Informasi

kornus