KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Nasional

Kolaborasi Kunci Keberhasilan Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

Jakarta, Mediakorannusantara.com — Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyatakan bahwa penerapan Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga membutuhkan dukungan serta kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat luas, Jumat 27 Maret 2026.

Upaya peningkatan kemampuan orang tua dalam menerapkan pola asuh yang tepat bagi anak-anaknya dinilai sangat penting untuk merealisasikan Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga yang diinisiasi oleh pemerintah, ujar Lestari dalam keterangannya di Jakarta.

Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 10 Maret 2026 merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menanamkan nilai-nilai karakter baik kepada generasi penerus melalui aktivitas sederhana seperti bercerita, berdialog, dan bermain bersama.

Menurut Lestari, konsistensi dalam penerapan program tersebut menjadi poin yang sangat penting untuk menghasilkan dampak positif sebagaimana yang diharapkan.

Namun, kata Rerie, sapaan akrab Lestari, tantangan untuk merealisasikan program tersebut di lapangan juga tidaklah mudah.

Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat terdapat 2.031 kasus pelanggaran hak anak yang terjadi sepanjang tahun 2025, dengan ayah dan ibu kandung menjadi pelaku pelanggaran hak anak terbanyak.

Data Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melaporkan bahwa 42,25 persen anak usia dini telah mengakses ponsel dan internet, tetapi tingkat pendampingan orang tua hanya berada di angka sekitar 28,58 persen.

“Catatan itu menunjukkan masih ada indikasi lemahnya pola pengasuhan di lingkungan keluarga,” ujar Rerie.

Rerie berpendapat bahwa Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga ini harus dijalankan dengan disiplin tinggi dan tidak boleh dilakukan secara setengah-setengah.

Anggota Komisi X DPR RI itu menilai, pengawasan serta evaluasi program secara ketat harus dilakukan guna memastikan keberlanjutan agenda tersebut ke depannya.

Pemerintah pusat dan daerah, kata Rerie, harus mampu secara konsisten memastikan orang tua dapat hadir secara penuh dalam interaksi dengan anak dalam pelaksanaan program tersebut.

Rerie sangat berharap praktik baik penguatan karakter berbasis keluarga ini dapat meluas ke seluruh tanah air.

Agar, tegas dia, setiap anak bangsa memiliki karakter yang kuat dan berdaya saing di masa depan.(wan/an)

Related posts

Menko Polhukam deteksi pergerakan massa yang menolak hasil pemilu

Polisi Kantongi Sketsa Wajah Terduga Pembunuh Widji

kornus

Pemerintah Siapkan Stimulus Tarif Transportasi Libur Sekolah dan Nataru Jelang Semester Dua 2026