Surabaya (KN) – Keputusan KPU Jawa Timur yang menganulir dukungan Partai Kedaulatan (PK) dan PPNUI tidak begitu ditanggapi Khofifah Indar Parawansa. Khofifah menegaskan dirinya tetap melayani dan menyapa masyarakat Jatim. “Ya nggak apa-apa, masih ada waktu (untuk perbaikan). Kita ikutilah apa yang sudah menjadi keputusan,” ujar Khofifah kepada wartawan usai acara di kantor Muslimat NU Kota Surabaya di kawasan Jl Ketintang Surabaya, Selasa (11/6/2013).
Bakal calon gubernur (Bacagub) yang akan berpasangan dengan Irjen Pol (Purn) Herman S Sumawiredja di Pilgub Jatim 2013 ini menambahkan, pihaknya akan mencoba memahami keputusan KPU Jatim. Namun, dirinya tidak perlu turun langsung, karena sudah ada tim yang menanganinya.
“Sudah ada tim yang melakukan itu. Tugas saya adalah melanjutkan penyapaan dan layanan umat saja. Saya sudah tidak masuk areal itu terlalu dalam. Tugas saya tetap melayani umat dan menyapanya, any time any where,” terangnya.
Apakah pihaknya akan berusaha mempertemukan Ketua Umum dan Sekjen PPNUI dan Partai Kedaualatan, Ketua Umum Muslimat NU ini menyerahkan ke tim yang menanganinya. “Sudahlah, iktiar itu dilakukan tim lain. Pokoknya tugas saya tetap melakukan penyapaan any time any where,” tegasnya.
Meski dirundung masalah dukungan partai politik yang dinilai belum memenuhi syarat maju sebagai pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur, karena PPNUI dan PK tidak memenuhi syarat, Khofifah tetap optimis dapat bertarung dengan pasangan lainnya di Pilgub Jatim pada 29 Agustus 2013 nanti. (red)
