KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Nasional

Kementan Terus Jalankan Kebijakan Pro-Petani, Amankan Harga hingga Akses Alsintan

Jakarta, mediakorannusantara.com  – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat komitmennya untuk menyejahterakan petani dan menjaga ketahanan pangan nasional. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan, berbagai kebijakan pro-petani, mulai dari penyesuaian harga gabah, kemudahan akses pupuk bersubsidi, hingga bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), menjadi wujud nyata keberpihakan pemerintah.

​”Kebijakan ini merupakan wujud nyata keberpihakan Presiden terhadap kesejahteraan petani Indonesia,” ujar Mentan Amran di Jakarta, Senin (18/08).

​Menurutnya, langkah-langkah strategis ini akan terus digenjot untuk mewujudkan swasembada pangan. “Dengan upaya yang berpihak pada petani, kita optimistis dapat mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Momentum HUT ke-80 RI kita jadikan lompatan besar menuju swasembada pangan,” tegasnya.

​Harga Gabah Stabil, Petani Lebih Sejahtera

​Dampak positif kebijakan ini telah dirasakan langsung oleh para petani. Jarwanto, seorang petani dari Desa Manggis, Boyolali, Jawa Tengah, mengaku kini merasa lebih “merdeka” secara ekonomi. Pada awal 2025, ia sempat menghadapi harga gabah yang merugikan, hanya Rp6.000 per kilogram, jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

​Namun, situasi berbalik setelah Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2025. Kebijakan ini berhasil menjaga stabilitas harga gabah dan memastikan pasokan beras di pasaran.

​”Sekarang harga gabah basah sudah bisa Rp7.500 per kilogram. Itu jauh lebih menguntungkan petani. Saya merasakan benar perhatian Pak Presiden dan Pak Menteri Amran yang pro-petani,” kata Jarwanto.

​Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas jagung, dari standar Rp5.500 menjadi Rp5.800 per kilogram, membuat petani lebih bersemangat.

​Bantuan Alsintan Pacu Produktivitas

​Selain stabilitas harga, pemerintah juga memperkuat dukungan dengan bantuan alsintan dan pupuk bersubsidi. Hal ini membuat produktivitas petani meningkat.

​”Kalau dulu satu hektare hanya bisa panen lima–enam ton, sekarang bisa tujuh ton karena pompa air, kultivator, dan saluran irigasi semakin baik,” jelas Jarwanto.

​Dukungan serupa juga dirasakan oleh Margo, petani di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Bersama kelompoknya yang mengelola 183 hektare lahan, ia mendapat bantuan traktor besar, traktor kecil, hand tractor, hingga pompa air.

​”Alat itu memudahkan pengolahan lahan rawa. Kami juga melakukan penangkaran benih Inpari 32 agar kebutuhan anggota kelompok tercukupi. Rata-rata hasil panen kami mencapai 4–5 ton per hektare,” ungkap Margo.

​Meskipun tantangan seperti curah hujan tinggi masih ada, perhatian pemerintah, terutama dalam hal pembiayaan dan percepatan tanam, membuat para petani tetap optimistis.

Related posts

Buka Kampoeng Kreasi 2023 Ke-4, Gubernur Khofifah Dorong Maksimalisasi Potensi Desa Devisa di Jatim Lewat Pendampingan

kornus

Songsong Indonesia Emas 2045, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Bekal Keterampilan Sosial untuk Generasi Muda

kornus

Gempa bumi dahsyat 7,7 magnitudo guncang wilayah Sagaing, Myanmar