
Menado, mediakorannusantara.com-Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memulai babak baru penguatan konektivitas di wilayah Sulawesi dengan meresmikan penerbangan perdana subsidi angkutan udara perintis Koordinator Wilayah Gorontalo Tahun Anggaran 2026 pada Selasa, 13 Januari 2026.
Layanan yang dioperasikan oleh PT Asi Pudjiastuti Aviation atau Susi Air ini menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan C 208 B berkapasitas 12 penumpang untuk menghubungkan daerah-daerah di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah. Fokus utama program ini adalah menjangkau wilayah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan guna memastikan mobilitas masyarakat tetap terjaga.
Jadwal operasional penerbangan perintis ini dirancang secara intensif dari Senin hingga Sabtu dengan menjangkau berbagai rute strategis. Pada hari Senin dan Rabu, layanan mencakup rute Manado–Siau–Naha serta Manado–Melonguane–Miangas secara pulang-pergi. Setiap Selasa dan Kamis, rute diperluas menghubungkan Manado–Bolaang–Gorontalo dan Gorontalo–Luwuk–Banggai Laut, ditambah rute khusus Gorontalo–Pohuwato pada hari Kamis. Sementara pada hari Jumat, fokus pelayanan berada pada rute Gorontalo–Luwuk–Banggai Laut dan Gorontalo–Bolaang, yang kemudian ditutup dengan rute Manado–Melonguane pada hari Sabtu.
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado, Ambar Suryoko, menyatakan bahwa program ini merupakan representasi kehadiran negara dalam mewujudkan pemerataan layanan transportasi. Menurutnya, penerbangan perintis sangat krusial dalam memangkas waktu tempuh bagi masyarakat di kawasan terpencil sehingga mampu mendorong peningkatan pelayanan publik sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi lokal. Pada tahun anggaran ini, pemerintah juga meningkatkan frekuensi pada rute-rute yang memiliki permintaan tinggi, seperti rute Manado–Melonguane yang kini dilayani tiga kali dalam seminggu.
Guna menjaga keberlanjutan layanan ini, pemerintah tidak hanya memberikan subsidi pada harga tiket penumpang, tetapi juga mengalokasikan subsidi ongkos angkut Bahan Bakar Minyak untuk 540 drum avtur yang ditempatkan di Bandara Naha dan Bandara Melonguane. Langkah ini diambil agar biaya operasional avtur yang ditanggung maskapai tetap kompetitif dan setara dengan bandara besar lainnya. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi ketat terkait aspek keselamatan dan kualitas layanan guna memastikan program ini memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh lapisan masyarakat.( wa/infh)
