KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Nasional

Kabar Baik, Uang Saku Peserta Program Pemagangan Nasional 2026 Resmi Naik

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli

Jakarta, mediakorannusantara.com-Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan bahwa besaran uang saku bagi peserta Program Pemagangan Nasional (Maganghub) akan mengalami penyesuaian seiring dengan kenaikan Upah Minimum (UM) tahun 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk memperkuat keberlangsungan program sekaligus menjamin dukungan biaya hidup yang layak bagi para peserta selama menjalani pelatihan dan praktik kerja di lapangan.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan bahwa kenaikan UM di berbagai daerah secara otomatis berdampak positif pada nominal uang saku yang diterima peserta. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa program pemerintah tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga sangat memperhatikan aspek kesejahteraan para pesertanya. “Alhamdulillah, karena UM 2026 ini mengalami kenaikan, maka uang saku peserta pemagangan juga naik,” ujar Yassierli dalam keterangan tertulisnya pada Senin (16/2/2026).

Sebagai gambaran nyata, Menaker mencontohkan kondisi di Provinsi Sumatra Barat. Upah Minimum Provinsi (UMP) yang pada tahun 2025 sebesar Rp2.994.193, kini merangkak naik menjadi Rp3.182.955 pada tahun 2026. Karena komponen dukungan biaya hidup dalam program magang mengacu pada standar UM setempat, maka para peserta di wilayah tersebut dipastikan akan menerima uang saku yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Uang saku dalam skema Program Pemagangan Nasional ini memiliki fungsi krusial sebagai penopang kebutuhan dasar peserta saat belajar di lingkungan industri. Selain bantuan finansial, skema ini juga bertujuan melatih kemandirian serta kedisiplinan peserta dalam mengelola keuangan pribadi. Saat melakukan peninjauan langsung di RS Universitas Andalas, Padang, Menaker Yassierli berpesan agar para peserta dapat menggunakan dana tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat. Ia mengingatkan peserta agar memanfaatkan uang saku secara bijak dan produktif, seperti untuk menabung, membantu keluarga, atau mendukung kebutuhan pengembangan diri.

Kunjungan ke RS Universitas Andalas tersebut merupakan bagian dari agenda monitoring dan evaluasi rutin. Saat ini, tercatat ada 46 peserta yang sedang menimba ilmu di rumah sakit tersebut, dari total keseluruhan sekitar 2.800 peserta Program Pemagangan Nasional yang tersebar di wilayah Sumatra Barat. Dalam sesi dialog, para peserta mengungkapkan kepuasan mereka terhadap lingkungan kerja yang suportif serta bimbingan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

Menaker Yassierli menegaskan bahwa Program Pemagangan Nasional adalah salah satu program prioritas di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto guna mencetak SDM unggul yang siap kerja. Melalui pengalaman praktis di lapangan, para peserta diharapkan mampu menguasai kompetensi yang dibutuhkan industri sehingga dapat menekan angka pengangguran secara signifikan. Kemnaker berkomitmen untuk terus menjadikan program ini lebih adaptif dan berkualitas sebagai jembatan yang kokoh antara dunia pendidikan dan dunia kerja.( infp/wa)

Related posts

DPW PKS Jatim Sayangkan Insiden Habib Umar dengan Oknum Petugas Saat Penertiban PSBB ini

kornus

Gelar Webinar ASN Belajar, Wali Kota Eri Ingatkan Jajarannya Soal Korupsi dan Pungli

kornus

Ombudsman RI Sarankan Pembagian Wewenang dipertegas di RUU Kesehatan