KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Jumlah Pemilih Pilkada Jatim 2024 Diperkirakan Lebih Tinggi dari Pemilu

Surabaya (mediakorannusantara.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur mengungkap jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim 2024 diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan dengan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Hal ini diungkapkan oleh Anggota KPU Jawa Timur Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Nur Salam, di sela gathering sinergi bersama awak media dalam “Sosialisasi Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2024”, di Kota Surabaya, Jumat (16/8/2024)

Menurut Nur Salam, DPT sementara untuk Pilkada Jatim 2024, telah mencapai angka 31.520.088 pemilih. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan DPT pada Pemilu 2024 yang tercatat sebanyak 31.402.838 pemilih.

Selisih ini, kata dia, disebabkan oleh adanya jeda hampir satu tahun antara penetapan DPT untuk Pemilu dan Pilkada. Sehingga terjadi peningkatan jumlah pemilih.

“Kita masih dalam tahap penetapan DPT sementara, dan prosesnya masih berjalan di tahap PSHP (Penyusunan, Penetapan, dan Pengumuman Hasil Pemutakhiran) untuk ditetapkan sebagai DPT definitif. Namun, perkiraan saat ini, DPT kita akan berada di angka 31,5 juta pemilih, dengan selisih sekitar 100 ribu lebih banyak dibandingkan dengan Pemilu 2024,” jelas Nur Salam.

Nur Salam juga menyoroti perbedaan signifikan dalam jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) antara Pilkada dan Pemilu 2024. Pada Pemilu 2024, jumlah TPS di Jawa Timur mencapai 120.666, sementara pada Pilkada 2024 hanya 60.604 TPS.

“Perbedaan ini terjadi karena adanya perubahan dalam kapasitas maksimal pemilih di setiap TPS. Jika pada Pemilu 2024 maksimal 300 pemilih per TPS, di Pilkada 2024 jumlah ini ditingkatkan menjadi 600 pemilih per TPS,” ujarnya.

“Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan waktu pemungutan suara sehingga diharapkan seluruh proses pencoblosan dapat selesai pada pukul 13.00 WIB,” imbuhnya.

Selain itu, jumlah Lokasi Khusus (Loksus) juga mengalami penyusutan. Pada Pemilu 2024 terdapat 416 Loksus, sementara pada Pilkada 2024 hanya ada 134 Loksus.

“Penyusutan ini juga berkaitan dengan optimalisasi jumlah pemilih per TPS,” tambah Nur Salam.

Dalam kesempatan yang sama, Nur Salam juga memaparkan komposisi jumlah pemilih berdasarkan jenis kelamin di Jawa Timur. Terdapat 15.517.576 pemilih laki-laki dan 16.002.512 pemilih perempuan, dengan selisih hampir 500 ribu pemilih perempuan lebih banyak.

“KPU Jawa Timur saat ini fokus pada upaya maksimal dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar partisipasi pemilih dapat bertahan, minimal sama dengan angka partisipasi pada Pemilu 2024 yang mencapai 83 persen,” ungkapnya.

Namun, Nur Salam mengakui bahwa mempertahankan tingkat partisipasi yang tinggi merupakan tantangan berat. Sebab, tren menunjukkan bahwa partisipasi pemilih pada Pemilu cenderung lebih tinggi dibandingkan Pilkada.

“Oleh karena itu, di Pilkada 2024 ini menjadi tantangan bagi kami untuk memastikan partisipasi minimal dapat setara dengan Pemilu 2024,” pungkasnya. (KN01)

Related posts

Cegah Bau, Pemkot Surabaya Semprotkan Larutan Organik di TPA Benowo

kornus

Banyak Persoalan, DPRD Jatim Ingatkan Status KEK, JIIPPE di Kaji Ulang

Anggaran Jadi Penyebab Utama Mandegnya Program Pengiriman Buku Gratis

redaksi