Lumajang (KN) – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo mendampingi Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meninjau Industri Kecil Menengah (IKM) Keripik Pisang “Burno Sari” di Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Selasa (30/7/2013).Rombongan Presiden SBY tiba di lokasi IKM sore hari dan disambut antusias oleh ratusan warga Desa Burno.
Presiden SBY merasa senang dengan perkembangan industri kecil menengah (IKM) yang ada di Kabupaten Lumajang. Salah satu IKM yang dimaksud yakni keripik pisang. Keripik pisang bisa menjadi trademark Kabupaten Lumajang dan memiliki prospek ekonomi.
Ia juga senang mendengar IKM Keripik Pisang ini bisa mengekspor keripik pisang. “Semoga usaha terus berkembang serta tentu karyawan ikut menikmati peningkatan Jika usaha ini berkembang, maka karyawan akan ikut menikmati kesejahteraannya. Kalau ini menjadi trademark Lumajang bagus sekali. Tolong diteruskan,” ujarnya.
Melihat potensi yang besar tersebut, Presiden RI SBY mengimbau agar tidak menganggap remeh IKM keripik pisang. Karena di Kabupaten Lumajang Prov. Jatim, seorang pengusaha kecil bisa mengekspor keripik pisang 1 ton setiap pekan ke Singapura dan Hongkong. IKM yang berkembang seperti home industry ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Kalau di Indonesia banyak industri kecil seperti Burno Sari, ekonomi Indonesia akan lebih baik, kesejahteraan rakyat akan lebih meningkat, dan akhirnya kemiskinan akan semakin berkurang,” ujarnya.
Menurutnya, Gubernur Jatim dan Bupati Lumajang hadir di sini untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha-usaha masyarakat seperti keripik pisang ini.
Presiden SBY didampingi Ibu Ani, Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo dan Bude Karwo, meninjau ruangan demi ruangan pabrik sederhana ini. IKM ini mampu menggoreng 200-250 tandan pisang per hari.
Dalam kegiatan itu, Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim tidak hanya meninjau proses pembuatan keripik pisang, tetapi secara langsung menyapa para pekerja Burno Sari dan masyarakat Desa Burno. Ia mengapresiasi para pekerja yang lembur bekerja saat itu, serta mengajak foto bersama para pekerja Burno Sari.
Berdasarkan informasi, jumlah IKM penghasil keripik pisang di Kabupaten Lumajang mencapai 22 IKM yang dapat menyerap 124 tenaga kerja. Industri ini bisa menghasilkan 398 ton per tahun. Hasil industrinya telah diekspor ke Belanda, Jepang, Hongkong.
Sebelumnya, dalam perjalanan dari Kabupaten Malang menuju Kabupaten Lumajang, Presiden SBY beserta rombongan meninjau Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP) di Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang, sekaligus berdialog dengan para petani salak. (red/humasprovjatim)
