KORAN NUSANTARA
ekbis Surabaya

EO Great Expo Bergaya Preman, Usir Wartawan Dari Ruang Rapat Walikota

eo usir wartawanSurabaya (KN)- Premanisme terhadap wartawan terjadi di ruang rapat Walikota Surabaya. Nampaknya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya salah memilih EO.  Gaya premani itu dilakukan oleh salah seorang EO yang ditunjuk Disperindak, karena dia mengusir wartawan dan Kabag Humas Pemkot Surabaya Nanis Chairani, Kamis (14/4), dari ruang rapat Walikota Surabaya.

Seluruh wartawan yang hadir pada launching yang dihadiri Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengecam  event organizer Great Expo yang bergaya layakknya preman tersebut. Dan ini sangat disesalkan mengapa Pemkot Surabaya menggandeng EO yang seperti itu.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Surabaya Endang Tjaturahwati hanya bisa menunjukan kecengenganya, dengan berpura-pura meminta maaf kepada pihak yang diusir. Endang yang dikonfirmasi mengaku sudah menegur pihak Intra Media Pratama selaku event organizer yang akan diselenggarakan empat  hari di bulan Mei tersebut.

Udin, salah satu wartawan media cetak (Harian Memorandum) di Surabaya sangat menyesalkan kejadian itu. Udin kecewa karena petugas event organizer itu sangat over acting dan bergaya preman.

“Kami hadir pada launching yang dihadiri Walikota itu karena undangan Bagian Humas. Namun saat kami berada di ruangan, seorang petugas event organizer itu malah menanyakan kehadiran kami yang tanpa undangan. Kami diusir dari ruangan, release yang kami terima pun diambil petugas itu,” ujar Udin yang menyesalkan tindakan tersebut.

Memang sempat terjadi ketegangan antara petugas dengan wartawan, namun hal itu tak menyelesaikan masalah. Petugas itu tetap pada pendiriannya, mengusir orang-orang yang hadir tanpa ada undangan resmi. Nampaknya EO tersebut mengangap dirinya adalah segalanya karena dipercaya oleh Disperindag, sehingga mereka tak tahu siapa wartawan itu.

“Kok kami yang wartawan, Bu Nanies (Kepala Bagian Humas, red) saja diusir. Itu lebih memalukan, karena Bu Nanies saat itu juga sudah ada di ruangan. Petugas itu tak tahu kalau SKPD juga diundang dalam launching itu,” tambah Udin.

Dengan kejadian memalukan itu, wartawan di lingkungan Pemkot Surabaya pun sepakat tak akan meliput kegiatan Great Expo tersebut. (red/Jeck)

Foto: Udin wartawan Harian Memorandum (bertopi), salah satu wartawan yang kecewa atas pengusiran saat peliputan bersama septa (Reporter Radio El-Shinta).

Related posts

Kemendikbudrisetek Dorong Program Satu Desa Satu PAUD

Gunakan Kantong Plastik, DLH Tegur 50 Outlet Langgar Perwali

kornus

BSN Mudahkan UMK Penuhi Persyaratan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah