KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Direktur Kasa Husada Harap Ada Solusi Konkret dari Pansus BUMD DPRD Jatim

Direktur PT Kasa Husada Wira Jatim, H. Norman Fauzi, usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pansus BUMD DPRD Jatim di Kota Batu, Kamis (18/12/2025).

Kota Batu (mediakorannusantara.com) – Direktur PT Kasa Husada Wira Jatim, anak perusahaan PT Panca Wira Usaha Jawa Timur (PWU), H. Norman Fauzi, menaruh harapan besar pada Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur untuk memberikan solusi konkret atas persoalan yang dihadapi perusahaannya.

Harapan tersebut disampaikan Norman usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pansus BUMD DPRD Jatim di Kota Batu, Kamis (18/12/2025) siang.

Norman menegaskan kehadiran Pansus menjadi momentum penting bagi Kasa Husada yang tengah mengalami kesulitan finansial dan operasional. Ia berharap Pansus dapat mengeluarkan rekomendasi strategis agar perusahaan tetap bertahan dan kembali sehat.

“Harapannya ada rekomendasi. Karena kita kesusahan, kemarin-kemarin kenapa kita harus PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), karena nggak mampu. Setiap bulan kami harus bayari Rp500 juta, kan nggak mungkin, harus ada efisiensi,” ujar Norman ditemui usai RDP bersama Pansus BUMD DPRD Jatim.

Ia menyampaikan seluruh langkah efisiensi, termasuk kebijakan PHK telah ditempuh melalui proses yang sah secara hukum. Melalui dukungan Pansus, pihaknya berharap dapat memperoleh jalan keluar yang lebih berkelanjutan.

“Nah proses itu sudah kita lalui secara legal. Kemudian dengan adanya ini, kami ingin menjual saham kami yang ada di Hotel Varna dan Hotel Bekizaar. Itu sahamnya milik Kasa 30%,” jelasnya.

Norman menilai, pelepasan saham tersebut merupakan salah satu solusi yang diharapkan mendapat persetujuan dan percepatan melalui rekomendasi Pansus BUMD.

“Itu kan satu-satunya jalan, itu yang akan kita lepaskan kepada pihak lain, dari situ kita akan menyelesaikan yang namanya semua persoalan-persoalan baik mulai gaji yang tertunggak, utang-piutang. Utang-piutang bukan zaman kami Pak,” katanya.

Ia mengungkapkan, dari hasil RDP bersama Pansus BUMD DPRD Jatim, sudah terlihat adanya sinyal solusi yang dapat segera ditindaklanjuti.

“Solusinya adalah disetujuinya didorong untuk dilakukannya persetujuan percepatan untuk penjualan saham,” ujar Norman.

Selain percepatan penjualan saham, Norman juga berharap adanya dukungan penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, sebagaimana pernah disuarakan dalam dalam rapat paripurna bersama Fraksi PPP DPRD Jatim.

“Yang kedua adalah kami disuntik modal. Dan ini kan pernah disampaikan di Paripurna fraksi PPP, fraksi PPP menyampaikan untuk diperhatikan,” tuturnya.

Lebih jauh, Norman berharap keberadaan Pansus BUMD dapat mendorong dukungan lintas sektor, termasuk dari rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur, agar menyerap produk Kasa Husada.

“Sudah ada surat edaran, tapi kan rumah sakitnya tidak ada (enggan). (Karena itu perlu) dukungan Goodwill dari pemerintah provinsi, termasuk DPRD nanti yang kita akan rapatin,” katanya.

Norman juga menegaskan bahwa persoalan yang saat ini dihadapi PT Kasa Husada, terjadi bukan berasal dari masa kepemimpinannya. Meski demikian, ia berkomitmen melakukan pembenahan internal sembari menunggu tindak lanjut rekomendasi Pansus.

“Perkara-perkara (Kasa Husada) yang tidak ada kejelasan itu bukan zaman saya, saya baru (menjabat) 4 bulan. Sekarang ini saya melakukan pembenahan, pengecatan dan lain sebagainya. Apa? mentalnya dulu yang saya bangun,” ujarnya.

Ia menyatakan meski di tengah keterbatasan, Kasa Husada masih menjalankan aktivitas produksi walaupun tanpa dukungan modal. “Produksi, tapi tanpa modal,” ucapnya.

Ia pun kembali menegaskan tekad manajemen untuk bangkit dengan membangun kembali mental dan etos kerja karyawan. Namun, pihaknya juga berharap Pansus BUMD DPRD Jatim dapat menjadi pintu masuk solusi menyeluruh bagi keberlangsungan Kasa Husada.

“Kami ini bertekad sekarang yang perlu dibangun adalah kinerja kawan-kawan, mentalnya harus dibangun. Artinya, kami betul-betul sekarang membangun mental etos kerja yang baik, kita mulai dari situ,” pungkas H. Norman. (KN01)

 

Related posts

252.490 Sertifikat Halal Bagi IKM Telah Terbit, Gubernur Khofifah Optimis Jatim Mampu Jadi Pusat Industri Halal Indonesia

kornus

Jalur Madiun-Ngawi Lumpuh Diterjang Banjir

redaksi

Kampanye Eri-Armuji, Srikandi PDIP Garap Segmen Pemilih Perempuan

kornus