Surabaya (KN) – Rapat Pimpinan (Rapim) DPRD Surabaya terkait pembahasan pemilihan pengganti Wakil Walikota Surabaya, gagal dilaksanakan. Beberapa kali rapat itu digelar selalu tidak kuorum. Karena itu, rapat yang seharusnya menghadirkan seluruh ketua Fraksi itu, Selasa (20/8/2013) tak bisa digelar.Dalam rapat itu, hanya beberapa Fraksi saja yang hadir. Dari Fraksi Demokrat hanya diwakili Sekretaris Fraksi Junaedi, PDS dihadiri ketuanya, Simon Lekatompessy, PKB ada KH Muhammad Na’im Ridwan dan PDI Perjuangan dihadiri ketua Fraksi Syaifuddin Zuhri. Hanya saja, Syaifuddin Zuhri tak datang tepat waktu. Rapat itu digelar pukul 10.00 Wib, namun Syaifuddin Zuhri hadir sekitar pukul 12.30 Wib.
Ketidakhadiran para pimpinan Fraksi ini diduga karena kekecewaan mereka terhadap Wisnu Sakti Buana yang meremehkan Fraksinya. Ini buntut dari ulah Wisnu Sakti yang mengundang anggota Fraksi Demokrat di Rumah Makan Ria Galeria Jl Raya Gubeng yang diduga terkait politik transaksional.
Bahkan kabar terbaru, beberapa anggota di lingkup Panitia Khusus (Pansus) DPRD Surabaya untuk membentuk Panitia Pemilihan yang diduga menerima uang pelican untuk pemilihan Walikota, telah mengembalikan uangnya. Hal itu dilakukan agar tak muncul kecemburuan dan dampak dikemudian hari.
Jika hal itu benar-benar terjadi, bisa dipastikan tak semua anggota DPRD Surabaya setuju memilih Wisnu Sakti Buana menggantikan jabatan Bambang DH sebagai wakil wali kota. (Jack)
Foto : Wisnu Sakti Buana
