KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Jatim

Di Bimtek DPRD Jatim, Akademisi Dorong Media Lebih Selektif dalam Membingkai Informasi Publik

Gagas Gayu Ajie saat jadi pemateri dalam Bimtek yg di selenggarakan Sekretarian DPRD Provinsinsi Jatim

 

Kota Batu (mediakorannusantara.com) – Peran media dalam membentuk persepsi publik menjadi salah satu topik pembahasan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar DPRD Jawa Timur di Kota Batu, Kamis (23/4/2026).

Dalam Bimtek bertajuk “Penguatan Kapasitas MC, Protokol, Peran Media, serta Konten dalam Mendukung Kegiatan Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur”, pemateri dari kalangan akademisi menekankan pentingnya selektivitas media dalam membingkai sebuah informasi.

Ketua Humas dan Informasi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, Gagas Gayu Ajie menyampaikan bahwa kekuatan konten saat ini sangat besar dalam memengaruhi cara pandang masyarakat, terutama generasi muda.

“Sekarang kalau berkaitan dengan di dunia sebenarnya, konten itu memang sangat kuat untuk bisa mempengaruhi anak-anak muda terutama. Bagaimana perspektif mereka, persepsi mereka terhadap dunia,” ujar Gagas usai acara.

Gagas menjelaskan bahwa fenomena pengaruh konten terhadap gerakan sosial bukan hal baru. Ia mencontohkan pengalaman di Nepal, dimana komunitas digital mampu menggerakkan aksi kolektif melalui platform daring.

“Berkaitan dengan bagaimana konten itu bisa menggerakkan, itu memang sudah sangat lazim, kalau kita belajar dari teman-teman yang ada di Nepal,” katanya.

Menurutnya, kunci utama terletak pada cara penyampaian informasi dan nilai yang dibawa dalam setiap konten. “Nah itulah kenapa ketika kita mengelola sosial media, memang value apa yang ingin kita tawarkan, value yang seperti apa yang kemudian kita dorong itu biasanya bisa sangat mempengaruhi bagaimana masyarakat kita,” ucap dia.

Gagas juga menyoroti bahwa pertarungan narasi kini banyak terjadi di ruang digital, termasuk dalam isu global. Ia menyinggung konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel sebagai contoh bagaimana media sosial menjadi arena klaim dan pembentukan opini.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memfilter, mana informasi yang benar, mana yang tepat,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, Gagas menilai media memiliki posisi strategis dalam ekosistem informasi nasional. Ia menyebut media sebagai bagian penting dalam skema pentahelix bersama pemerintah, masyarakat, perusahaan, dan organisasi lainnya.

“Nah, maka di sini teman-teman media menjadi pilar yang paling penting. Kalau secara kenegaraan artinya ada pentahelix di situ,” tambahnya.

Karena itu, Gagas berharap media dapat lebih selektif dalam membingkai pemberitaan agar tetap mengedepankan kebenaran dan kepentingan publik.

“Maka saya juga berharap kepada teman-teman media untuk lebih selektif atau mungkin memframing sesuatu dengan sejujurnya dan sebaik-baiknya,’ katanya.

Meski demikian, Gagas mengakui tantangan besar yang dihadapi media saat ini, terutama dengan maraknya buzzer dan narasi tandingan di media sosial. “Biasanya kalah dengan narasi-narasi yang memang dibangun untuk dibenturkan dengan informasi,” ujarnya.

Namun demikian, Gagas tetap mendorong media untuk konsisten menyajikan informasi yang akurat dan bernilai positif. “Saya selalu menyuarakan untuk teman-teman selalu menginformasikan sesuatu yang baik, yang benar dan yang tepat,” pungkasnya. (KN01)

Related posts

Sekdaprov Heru Tjhjono bersama PTPN X dan UMG Panen Perdana 7 Klon Tanaman Tebu

kornus

Mewujudkan Surabaya Kota Toleransi, Wali Kota Eri Kumpul Akrab dengan Tenaga Pendidik Keagamaan

kornus

BGN Wajibkan Satuan Pelayanan Unggah Menu Makan Bergizi Gratis di Media Sosial Demi Transparansi