Surabaya (KN) – Jalur khusus sepeda angin yang diharapkan menjadi kado manis HUT Kota Surabaya ternyata menemui berbagai kendala. Proyek pembuatan jalaur khusus sepeda yang memakan sekitar 1,5 meter ruas jalan raya yang diharapkan mampu menjadikan kota Surabaya lebih cantik dan tertib itu membuat kecewa anggota DPRD Surabaya.Sayangnya, proyek yang dimenangkan oleh rekanan dengan penawaran Rp 1 miliar itu terkesan asal-asalan. proyek pembuatan (pengecatan) jalur khusus sepeda senilai Rp 1 miliar itu diduga tak sesuai rencana. Dari pelaksanan pekerjaan tersebut, pembuatan batas dan pengecatan jalus khusus sepeda itu hanya diacak tidak seperti yang direncanakan.
Menurut anggota Komisi C DPRD Surabaya Reni Astuti, sesuai konsep proyek jalur sepeda itu pembuatan garis batas dan pengecatanya menyeluruh sepanjang kawasan yang diperuntukan kawasan jalur khusus sepeda, yaitu sepanjang Jl Raya Darmo – Basuki Rachmat – Gubernur Suryo – Panglima Sudirman – Urip Sumoharjo. Namun pelaksanaa proyek Rp 1 miliar itu hanya di acak, Betapa tidak, cat pembatas warna putih dan cat hijau yang direncanakan mewarnai seluruh jalur sepeda tersebut ditengarai tidak dilakukan sepenuhnya. Terlihat hanya tebaran cat-cat hijau sepanjang sekitar empat meter dengan di sepanjang jalan yang dijadikan kawasan jalur khusus sepeda tersebut.
Selain kecewa dengan pelaksanaan pekerjaan pembuatan jalur sepeda yang hanya di acak itu, anggota Komisi C DPRD Surabaya, Reni Astuti mengaku ragu kalau jalur sepeda di tengah kota yang akan diterapkan di Surabaya bisa berjalan sukses. Pasalnya, sampai saat ini, Pemkot Surabaya belum memiliki masterplan moda transportasi.
Menurut Reni, jalur sepeda di tengah kota itu akan tumpang tindih dengan pembangunan transportasi massal. Bahkan dirinya tidak tahu, nantinya, jalur sepeda tersebut apa terintegrasi dengan pembangunan moda transportasi lain.
Reni menilai, sebelum jalur sepeda diterapkan, mestinya Pemkot membenahi dulu parkir di tepi jalan protokol baik dari sisi keamanannya maupun perawatannya. “Jangan sampai gagal seperti halnya di Jakarta. Untuk itu, perlu dipikirkan kembali sebelum benar-benar diterapkan,” ujar Reni, Senin (21/5).
Jalur khusus sepeda sesuai rencana akan direalisasikan oleh Dinas perhubungan Surabaya, pada 31 Mei ini. Rencananya peresmian jalur khusus sepeda ini bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Surabaya ke 719. Jalur khusus sepeda melewati rute jalan Jl Raya Darmo – Basuki Rahmat – Gubernur Suryo – Panglima Sudirman – Urip Sumoharjo.
Pembuatan jalur sepeda selebar 1,5 m dari bahu jalan telah memasuki finalisasi. Permukaan jalan yang akan digunakan untuk rute telah di diberi batas garis putih. Hanya saja garis batas yang menunjukkan tanda jalur sepeda tersebut bentuknya putus-putus, tanpa penyekat dengan jalur moda transportasi lain.
Penyelenggaraan jalur khusus sepeda yg kini tengah dikerjakan itu mendapatkan sorotan dari kalangan dewan. Sejauh mana efektifitas penyelenggaraan jalur sepeda itu menjadi keraguan kalangan anggota dewan, apalagi alokasi anggaran yang telah disiapkan untuk jalur khusus sepeda itu nilainya mencapai Rp 1,5 milliar rupiah dan dimenangkan oleh rekanan Rp 1 miliar.
Mnurut Reni Astuti menambahkan, pengadaan jalur sepeda yg sejauh ini sudah mulai dikerjakan itu terkesan hanya sebagai accecoris saja. Sementara sejauh mana efektivitas dari sarana itu bagi masyarakat masih diragukan. Pasalnya pemilihan lokasi yg digunakan sebagai jalur sepeda juga masih dipandang Reni tak tepat sasaran. Semestinya lokasi-lokasi utama yg dipilih lebih diprioritaskan pada tempat-tempat yg mobilisasi masyarakat banyak menggunakan sepeda seperti di lingkungan sekolahan ataupun di ruas jalur ruang publik lainnya.
Selain itu, kata Reni, bila kebijakan ini tak dibarengi dengan kebijakan pembenahan transportasi massal maka keberadaan jalur sepeda tak akan dimanfaatkan masyarakat secara baik. (red)
