Gubernur Jatim Khofifah ditemui wartawan disela meninjau pelaksanaan SPMB 2026 di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Surabaya, seusai meresmikan Aula Graha Nusantara di SMA Negeri 2 Surabaya, Senin (1/6/2026).
Surabaya (mediakorannusantara.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan daya tampung SMA Negeri dan SMK Negeri di Jatim pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 hanya sekitar 39,3 persen. Karena itu, peran sekolah swasta dinilai sangat penting dalam memperluas akses pendidikan melalui program beasiswa bagi calon peserta didik.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Khofifah usai meresmikan Aula Graha Nusantara di SMA Negeri 2 Surabaya serta meninjau pelaksanaan SPMB 2026 di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Surabaya, Senin (1/6/2026).
“Mohon doanya SPMB tahun ini bisa berjalan lancar, dan masyarakat bisa mendapatkan layanan terbaik sesuai dengan sekolah-sekolah yang diinginkan,” ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, meski banyak calon murid berharap dapat diterima di sekolah negeri, keterbatasan kapasitas membuat sebagian harus mempertimbangkan sekolah swasta sebagai pilihan pendidikan.
“Tapi sebanyak-banyaknya mereka berharap bisa masuk sekolah yang diinginkan, bahwa kapasitas SMAN-SMKN itu kira-kira kapasitasnya 39,3 persen,” kata Khofifah.
Ia menegaskan bahwa daya tampung sekolah negeri memang belum mampu mengakomodasi seluruh lulusan jenjang sebelumnya yang akan melanjutkan pendidikan.
“Jadi selalu ada ruang di mana kemudian mereka harus menentukan ke sekolah-sekolah swasta. Karena memang daya tampung yang Negeri SMA dan SMKN itu 39,3 persen,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada SMA dan SMK swasta di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur yang turut membantu masyarakat melalui penyediaan program beasiswa.
“Nah, Pemprov Jawa Timur juga menyampaikan terima kasih bahwa sangat banyak sekolah-sekolah swasta yang memberikan beasiswa, baik itu SMA maupun SMKN, ini rata di seluruh kabupaten/kota,” katanya.
Khofifah menjelaskan jumlah sekolah swasta yang menyediakan beasiswa mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025 tercatat sebanyak 1.757 SMA dan SMK swasta menyediakan program beasiswa, sedangkan pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 2.106 sekolah.
“Jadi di Jawa Timur ini untuk peserta sekolah swasta yang ikut memberikan beasiswa, kalau tahun 2025 ada 1.757 sekolah, tahun 2026 ada 2.106 sekolah,” paparnya.
Peningkatan juga terjadi pada jumlah calon siswa yang dapat memperoleh beasiswa. Jika pada 2025 kuota beasiswa tersedia untuk 72.989 siswa, tahun ini meningkat menjadi 79.086 siswa.
“Jadi 79.086 siswa yang bisa mendapatkan beasiswa dari SMK maupun SMA swasta di Jawa Timur,” imbuh Khofifah.
Menurutnya, dukungan sekolah swasta melalui program beasiswa merupakan bentuk gotong royong dalam membantu masyarakat memperoleh akses pendidikan yang lebih terjangkau.
“Kami menyampaikan terima kasih bahwa kegotong-royongan, kebersamaan SMA-SMK swasta ini nyengkuyung (membantu) beban yang ditanggung oleh masyarakat dengan memberikan beasiswa kepada siswa SMA maupun SMK di Jawa Timur,” tuturnya.
Khofifah menilai peningkatan jumlah sekolah dan kuota beasiswa tersebut menjadi langkah positif dalam mendukung pemerataan akses pendidikan di Jawa Timur.
“Jumlahnya tahun ini 79.086 siswa, tahun lalu 72.989, jumlah yang sangat signifikan untuk meningkatkan beban masyarakat,” pungkasnya. (KN01)
