KORAN NUSANTARA
Headline hukum kriminal indeks

BNNP Jatim Waspadai Narkoba Jenis Baru

 Surabaya (KN) – Maraknya peredaran narkoba di Jawa Timur masih menjadi perhatian serius dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim. Jika saat ini banyak beredar narkoba jenis sabu dan ganja.Badan Narkotika Nasional Provinsi BNNP Jatim kini mewaspadai narkoba jenis baru dan ganja. “Ada narkoba jenis baru, flakka. Bentuknya seperti sabu tapi ini jenis baru yang lebih berbahaya. Ini banyak beredar di Amerika dan sampai saat ini belum ada di Jatim. Jangan sampai lah flakka ini beredar di Jatim, karena efeknya sangan berbahaya melebihi narkoba jenis apapun yang ada saat ini,” kata Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Fatkhur Rahman, Selasa (4/7/2017).

Ia menjelaskan, flakka ini memberikan efek halusinasi yang berlebihan hingga pengguna bisa hilang kesadaran. Bahkan, lanjut dia, pengguna bisa cenderung menyakiti emosional hingga bisa menyakiti diri sendiri dan orang lain.

Perlu diketahui, flakka di beberapa negara disebut gravel atau kerikil karena berbentuk seperti potongan kristal putih seukuran kerikil di dalam akuarium. Obat ini dibuat menyerupai kokain. Namun, pada tahun 2012, kelompok pembuat obat sintetis terkait dilarang beroperasi. Pasalnya, flakka berpotensi jauh lebih berbahaya ketimbang kokain.

Sedikit overdosis obat, baik itu diisap, disuntikkan, ataupun disedot lewat hidung, dapat menyebabkan gejala ekstrem. Sebagian ahli menyebutnya excited delirium, yakni terjadi lonjakan adrenalin secara ekstrem yang dapat menimbulkan perilaku kekerasan. Dalam kondisi ini, suhu tubuh juga bisa melonjak sangat tinggi. Flakka, berasal dari kata Spanyol yang berarti seorang wanita cantik (la flaca), mengandung senyawa kimia yang disebut MDPV, bahan utama pembuat bath salts atau garam mandi. Senyawa kimia ini menstimulasi bagian otak yang mengatur mood, hormon dopamin, dan serotonin. Efek tersebut akan membanjiri otak.

Kokain dan methamphetamine memiliki cara kerja yang sama di otak. Namun, senyawa kimia pada flakka meninggalkan efek yang lebih tahan lama. Meski efek seperti sakau yang ditimbulkan flakka hanya berlangsung beberapa jam, hal tersebut bisa terjadi secara permanen pada otak. Tidak hanya tinggal di otak namun juga menghancurkan otak.

Flakka akan berkeliaran di otak lebih lama dari kokain, begitu pun tingkat kerusakan otak, yang akan jauh lebih besar. Hal penting lainnya yang harus diwaspadai, flakka berpotensi menyebabkan efek samping lain yang tak kalah serius pada kesehatan ginjal.

Flakka juga dapat menyebabkan otot-otot pecah, sebagai akibat dari hipertermia. Para ahli khawatir bahwa para pengguna flakka yang overdosis mungkin akan menjalani dialisis sepanjang sisa hidup mereka. Seperti obat-obatan sintetis pada umumya, sebagian besar flakka diketahui datang dari China dan dijual melalui internet. (wan)

Related posts

Ada Apa Dibalik Diamnya Risma, Dua Direktur PDAM Ilegal dan Enggan Pecat Dewan Pengawas

kornus

Untuk Penyaluran Bansos 2021, KPK Minta Risma Berkordinasi

Semiparametrik Spline, Strategi Profesor ITS Tingkatkan Akurasi Pemodelan Regresi

kornus