KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Nasional

Beras Bantuan Bulog Dipastikan Layak Konsumsi, Keluhan Nasi Pera Bukan Berarti Rusak

Jakarta, mediakorannusantara.com– Perum Bulog memastikan seluruh beras yang disalurkan kepada masyarakat, baik untuk bantuan pangan maupun program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa tidak ada beras rusak atau mengalami penurunan mutu yang disalurkan ke masyarakat.

Meskipun menyadari bahwa mustahil stok beras di gudang 100% bebas dari kerusakan, Rizal menjamin beras yang didistribusikan selalu melewati proses seleksi ketat. “Yang namanya gudang, enggak mungkin ada yang 100% tidak rusak. Namun, yang disalurkan ke masyarakat dipastikan dalam kualitas terbaik,” ujarnya.

Untuk menjaga kualitas, Bulog rutin melakukan pemeliharaan stok beras di gudang secara bertingkat, bertahap, dan berkelanjutan. Bulog juga menerapkan sistem first in, first out (FIFO) dan first expired, first out (FEFO) untuk menjamin rotasi stok berjalan dengan baik. Jika ditemukan penurunan kualitas, beras akan segera dipisahkan, difumigasi ulang, atau diproses dengan mesin pemilah modern.

“Kami jamin beras-beras kami ini betul-betul sehat, bersih, tidak berkutu, dan tidak berkuman,” tegas Rizal.

Terkait keluhan masyarakat mengenai beras SPHP dan bantuan yang dinilai kering atau pera, Rizal menjelaskan bahwa hal tersebut berkaitan dengan varietas padi saat penanaman, bukan karena beras rusak. Untuk mengatasi masalah ini, Bulog kini diizinkan untuk melakukan pencampuran (mixing) beras agar sesuai dengan selera pasar.

“Karena kita harus mengikuti seleranya pasar. Kalau pasarnya suka yang pulen, kita campur dengan yang pulen. Kalau pasar di Sumatera sukanya pera, kita perbanyak campur dengan yang pera,” pungkasnya. ( wa/ar)

Related posts

Tinjau Pembelajaran Tatap Muka di Lumajang, Gubernur Khofifah Minta Tetap Disiplin Prokes Diperketat

kornus

Siapkan Tenaga Kerja Terampil, Gubernur Jatim Gandeng PTN

kornus

Menhub: Perjalanan mudik harus dipecah sehingga mudah diatur