KORAN NUSANTARA
ekbis indeks

APRINDO JATIM DUKUNG PERPRES PENGETATAN RITEL ASING

Surabaya (KN)- Rencana memaksimalkan penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 tahun 2007 yang mengatur penguasaan modal asing di perdagangan ritel didukung penuh oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jatim. ritelSehingga Beleid itu diharapkan bisa memperketat ekspansi peritel asing di dalam negeri.

“Sampai sekarang, data pasti berapa ritel asing yang ingin masuk ke Indonesia memang belum ada. Namun, kabar yang kami dengar banyak peritel asing yang siap bersaing di pasar domestik, untuk itu Kami mendukung upaya pemerintah tersebut,” kata Ketua Aprindo Jawa Timur, Abraham Ibnu, di Surabaya, Kamis (31/3).

Ia menambahkan, pengetatan ekspansi ritel asing sangat diperlukan guna menjaga kinerja bisnis ritel domestik agar tetap eksis di Tanah Air. Apalagi, kini perkembangan usaha ritel dalam negeri juga menunjukkan pertumbuhan positif.

“Tahun ini, potensi perkembangan ritel di Indonesia sangatlah luas mengingat sejumlah faktor tertentu yang mendukung terciptanya kondisi itu,” katanya.

Sementara itu terkait pengaruh bencana Tsunami di Jepang terhadap pasar ritel di Indonesia, Abraham Ibnu mengatakan, tsunami di Jepang dinilai tidak berpengaruh terhadap pasar ritel Indonesia, khususnya dalam impor makanan kemasan. Suplai makanan kemasan juga bisa didapat dari Cina, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jatim optimistis omset bisa tumbuh 15% dari capaian tahun sebesar Rp13,967 triliun.

Ketua Aprindo Jawa Timur, Abraham Ibnu Chaldun menambahkan, makanan selama ini memang menjadi produk yang paling dominan di industri ritel bersama produk consumer goods lainnya seperti sabun, deterjen, dan pasta gigi. Namun, porsi impor makanan dari Jepang masih sangat kecil.

“Di jaringan ritel pasokan makanan lebih banyak dari produsen dalam negeri sendiri, termasuk dari usaha kecil dan menengah (UKM). Kalau pun impor, porsi terbesar dari Cina atau Malaysia, bukan Jepang,” ujar Abraham.

Dijelaskan, saat ini Jatim menyumbang 13% terhadap total outlet ritel di seluruh Indonesia yang jumlahnya mencapai 15.000. Tahun lalu secara nilai omset peritel seluruh Indonesia naik sebesar 30% dan secara outlet meningkat 50%.(ms)

Related posts

Gubernur Soekarwo Buka Musrembang RPJMD Jatim 2014

kornus

Pecatan PNS Pengedar Upal Diamakan Polisi

kornus

DPRD Jatim Sesalkan Rencana Pengahapusan Pupuk Bersubsidi

kornus