Surabaya (KN) – Ekspor Jatim pada triwulan III atau pada September 2012 mulai merangkak naik di berbagai belahan dunia khususnya ke Afrika selatan. Hal ini menjunkan produk produk ekspor Jatim di luar negeri telah menemukan pasar baru.Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Irlan Indrocahyo SE MSi dikantornya Jl Kendangsari Industri Surabaya, Senin (12/11) mengatakan, negara pasar ekspor non migas produk Jatim yang cukup menjanjikan saat ini adalah Afrika Selatan. Komoditi ekspor non migas Jatim ke Afrika Selatan banyak didominasi alas kaki dan emas perhiasan.
Selama Agustus-September 2012 ekspor non migas emas perhiasan permataJatim ke Afrika Selatan mencapai 446,223 jut dollar AS dan selama Januari-September 2012 mencapai 1,144 miliar dollar AS.
Selain perhiasan/permata, ekspor Jatim pada September didominasi lemak dan minyak hewan/nabati 121,21 juta dollar AS kemudian bahan kimia organik 99,02 juta dollar AS, kertas/karton 78,30 juta dollar AS serta kayu dan barang dari kayu 75,28 juta dollar AS. Kemudian tembaga, ikan dan udang, karet barang dari karet, berbagai produk kimia, mesin peratan listrik.
Sementara ekspor Jatim pada September 2012 mencapai 1,504 miliar dollar AS atau naik 47,95 persen dibanding ekspor Agustus 2012 yang hanya 1,017 miliar dollar AS. Secara kumulatif, nilai ekspor Januari – September 2012 hanya 11,464 miliar dollar AS atau turun 20,42 persen dibanding ekspor periode yang sama 2011 yang mencapai 14,406 miliar dollar AS
Ekspor migas Jatim pada September 2012 mencapai 39,19 juta dollar AS atau naik 347,06 persen dibanding ekspor migas Agustus 2012 yang hanya 8,77 juta dollar AS. Sedangkan selama Januari – September 2012 ekspor migas Jatim 596,22 juta dollar AS atau turun 42,12 persen dibanding ekspor migas periode yang sama 2011 yang mencapai 1,030 miliar dollar AS.
Ekspor non migas Jatim pada September 2012 mencapai 1,465 miliar dollar AS atau naik 45,35 persen dibanding ekspor non migas pada Agustus 2012 yang hanya 1,008 miliar dollar AS. Sedangkan selama Januari – September 2012 ekspor non migas 10,868 miliar dollar AS atau turun 18,75 persen dibanding ekspor non migas periode yang sama 2011 yang mencapai 13,375 miliar dollar AS.
Menurut negara tujuan, ekspor non migas Jatim selama September 2012 terutama ke Afrika Selatan dengan nilai 252,13 juta dollar AS, diikuti Jepang 241,62 juta dollar AS, China 182,68 juta dollar AS. Kemudian Amerika Serikat 121,36 juta dollar AS dan Malaysia 66,86 juta dollar AS, dengan kontribusi kelimanya mencapai 59,00 persen terhadap total ekspor non migas.
Menurut sektor, ekspor hasil pertanian dan industri selama September 2012 masing – masing naik 44,54 persen dan 44,83 persen, sedangkan hasil pertambangan dan lainnya naik lebih dari 1100 persen dibanding pada Agustus2012. Secara kumulatif Januar i– September 2012, nilai ekspor hasil pertanian 793,81 juta dollar AS atau turun 3,95 persen. Hasil industri 10,052 miliar dollar AS atau turun 19,73 persen dan hasil pertambangan dan lainnya sebesar 22,01 juta dollar AS atau turun 17,58 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut kontribusinya, selama September 2012 ekspor migas berperan 2,60 persen dan ekspor non migas berperan 97,40 persen. Sedangkan selama Januari – September 201 2peranan ekspor migas 5,20 persen dan ekspor non migas 94,80persen yang terdiri dari ekspor hasil industri 87,68 persen, hasilp ertanian 6,92 persen sertahasil pertambangan danl ainnya sebesar 0,20 persen terhadap total ekspor. (ms)
