KORAN NUSANTARA
hukum kriminal indeks

Antisipasi Teroris, Polda Minta Polrestabes dan Polres Se-Jatim Tingkatkan Kewaspadaan

Surabaya (KN) – Kepolisian Daerah Jawa Timur mengimbau dan meminta kepada semua jajaran Polrestabes dan Polres Se- Jatim untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan terhadap Markas Komando dan obyek vital. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan teroris agar tidak masuk ke wilayah Jatim.

“Semua Personil mulai tingkat Polrestabes, Polres sampai Polsek diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap obyek vital, namun pengamanan mako di daerah-daerah juga diminta untuk ditingkatkan sebagai antisipasi,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Hilman Thayib, di Mapolda Jatim, Rabu (5/9).

Dikatakannya, langkah ini merupakan antisipasi merespon aksi teror terhadap polisi di Solo Jawa Tengah. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar menjaga keamanan dan kondisi di lingkungan masing-masing.

“Sehubungan kejadian di Solo, Polda Jatim merespon dengan meningkatkan kewaspadaan, baik di pos pengamanan maupun pos pelayanan yang digelar di Jawa Timur dan sentra-sentra aktivitas publik,” paparya.

Terkait untuk pengamanan tersebut akan disediakan pasukan khusus, ia mengatakan untuk pasukan khusus seperti sniper atau penembak jitu akan diserahkan kepada Polrestabes dan Polres masing-masing.

Kombes Pol Hilman Thayib menambahkan, selain pengamanan di Mako dan obyek vital, Polda Jatim juga akan mengerahkan pengamanan terbuka dan tertutup, ini dilakukan agar keamanan di wilayah Jatim menjadi kondusif dan aman.

“Wilayah Jatim tidak kita nyatakan siaga karena dekat dengan Solo, tapi kita hanya meningkatkan kewaspadaan. Kita juga sudah perintahkan kepada aparat untuk melakukan razia kendaraan di pintu masuk Jatim,” ujar Kabid Humas saat didampingi oleh Kasubid Penmas Polda Jatim AKBP Suhartoyo.

Ia menjelaskan, jajaran telah melakukan pengamanan di perbatasan Jatim dan Jateng, yaitu di daerah Singolangu, Cemorosewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Operasi di perbatasan Singolangu, Cemorosewu, Jatim dan Tawangmangu, Karanganyar, Jateng kali ini personil Polri ditambah menjadi satu satuan setingkat kompi (SSK), ditambah dengan belasan personil dari TNI-AD.

“Regu tembak (sniper), pasti. Selain itu, menambah personil dan back-up teman-teman dari TNI-AD. Kecuali itu, seluruh anggota Polri dipersenjatai dengan senjata api (senpi) laras panjang dan pistol,” ujarnya.

Sebelumnya, terjadi baku tembak antara teroris dan anggota Densus 88/Antiteror di Solo, Jawa Tengah, yang menewaskan dua terduga teroris dan seorang anggota polisi pada 31 Agustus lalu, serangkaian aksi teror di tiga tempat di Solo dengan dua terduga teroris tewas tertembak yakni F (19) dan M (19) di Tipes, Serengan.

Yang mengejutkan, tiba-tiba pengamanan di Mapolda Jawa Timur, Rabu (5/9) sekitar pukul 15.00 WIB mendadak diperketat. Petugas siaga dan memeriksa semua kendaraan yang masuk maupun keluar, anjing pelacak pun disiagakan.

Sebab, tersiar kabar jika ada dua orang anggota JAT telah menyusup ke salah satu gedung di Mapolda Jatim. (wan)

 

Foto : Kombes Pol Hilman Thayib

Related posts

Sekdaprov Jatim: Forum Konsultasi Publik Jadi Momentum Merancang Solusi Penyelesaian Berbagai Persoalan di Jatim

kornus

Petugas Gabungan Amankan Pasangan PNS Mesum

kornus

Tentukan 1 Syawal 1434 H, Kemenag Jatim Akan Monitoring Rukyatul Hilal

kornus