KORAN NUSANTARA
indeks Jatim

Aktifis Lingkungan Jatim Tebar Sepuluh Ribu Ikan di Sungai Kalimas

Surabaya (KN) – Untuk kembalikan ekosistem Kali Surabaya yang sudah rusak, sepuluh ribu ikan asli Kali Surabaya di lepas di Sungai Kalimas, Minggu, (8/7). Aksi ini dilakukan para aktifis lingkungan di Jawa Timur, dalam agenda “Donasi Rengkik Kali Surabaya”, di Sungai Kalimas, belakang Gedung Negara Grahadi.

“Dalam aksi itu, beberapa aktifis dan pemerhati lingkungan berpartisipasi langsung, dengan mendonasikan dana mereka, untuk mengembalikan kondisi Kali Surabaya yang rusak, akibat pencemaran limbah Pabrik Gula Gempokrep – Mojokerto, di Kali Surabaya, 25 – 29 Mei 2012 lalu,” kata Wawan Some Tim dari Komunitas Nol Sampah.

Menurut Iwan Some, dalam rangkaian pengembalian kondisi Kali Surabaya itu, dua jenis ikan, Bader dan Keting yang merupakan ikan asli Kali Surabaya, ditebar untuk tahap awal.

Dijelaskan Some, sesudah aksi di Kalimas, para aktifis lingkungan dari Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah – Ecoton, Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL) Indonesia, Paguyuban Cak dan Ning, SMA Mujahidin, Rumah Mangrove dan Komunitas Gowes Tetap Semangat, akan menebar benih Ikan Rengkik, yang merupakan ikan asli Kali Surabaya, di Kawasan Wringin Anom – Gresik.

Sementara Prigi Arisandi Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah – Ecoton mengatakan, aksi itu harus dilakukan bertahap, karena pengembalian kondisi sungai yang sudah tercemar tidak bisa dilakukan sekaligus.

“Penebaran benih ikan di Kali Surabaya yang dilakukan para aktifis lingkungan itu, sebagai bukti nyata, kalau pemerintah Propinsi Jawa Timur dan Kabupaten – Kota yang ada di sepanjang Kali Surabaya, tidak punya kepedulian serius menjaga kondisi Kali Surabaya,” tegas Prigi.

Dalam kasus pencemaran Kali Surabaya, yang diakibatkan buangan limbah tiga industri besar, diantaranya Pabrik Gula (PG) Gempolkrep, PT Aluaksara Pratama, produsen tepung beras “Rose Brand” dan PT Tjiwi Kimia, di 25 – 29 Mei 2012 lalu, diperkirakan 892.712 ekor ikanĀ  berbagai jenis mati. “Jumlah ikan yang mati itu, setara dengan Rp 1,3 milyar kalau dirupiahkan,” terang Prigi.

Di sisi lain, Teguh Ardi Srianto Ketua Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan – KJPL Indonesia, meminta pada semua jurnalis dan media massa, memberi porsi yang berimbang, dalam pemberitaan pencemaran Kali Surabaya. “Dari pantauan KJPL, selama kasus pencemaran Kali Surabaya tercemar, hanya segelintir media yang memberi perhatian, mereka terkesan tidak peduli dengan kondisi Kali Surabaya, ini sangat memprihatinkan dunia jurnalisme,” kata Teguh.

Menurut Teguh, jurnalis dan media sebagai fungsi kontrol sosial, harus berperan aktif dalam upaya penyelamatan lingkungan, khususnya dalam mengungkap kejahatan lingkungan, jurnalis juga berperan strategis, karena bersentuhan langsung dengan pihak-pihak yang berkepentingan, diantaranya pelaku pencemar, aktifis lingkungan, dan pemerintahan.

“Dengan adanya kedekatan dan kemudahan akses itu, sebaiknya jurnalis lebih peduli, mengungkap kasus pencemaran di Kali Surabaya yang sudah dalam tahap membahayakan,” tegas Teguh. (red)

 

Foto : Aktifis Lingkungan Jatim ebar ikan di Kalimas

Related posts

Gempa Tektonik Magnitudo 4,1 Dirasakan di Surabaya

kornus

Pemkot Surabaya Berikan 1.339 Beasiswa Penghafal Kitab Suci di Halaman Enam Rumah Ibadah yang Berdiri Berdampingan

kornus

Seluruh Jatim Rawan Politik Uang, Madura Terparah

redaksi