KORAN NUSANTARA
Headline Jatim

Reses di Tuban, Fauzan Fu’adi Disambati Petani Soal Minimnya Pupuk Bersubsidi di Jatim

Tuban (mediakorannusantara.com) — Anggota DPRD Jawa Timur, Fauzan Fu’adi mulai melaksanakan Reses atau serap aspirasi masyarakat tahap I Tahun 2022 di Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim 12 (Kabupaten Bojonegoro dan Tuban. Untuk titik pertama, reses berlangsung di Desa Sambung, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Senin (31/1/2022).

Dalam kesempatan itu, Fauzan Fu’adi menerima sejumlah aduan dari masyarakat. Mulai dari penanganan pemerintah terhadap ekonomi warga terdampak Covid-19, hingga soal kelangkaan pupuk yang dirasakan para petani di Tuban.

Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Timur ini mengatakan, bahwa para petani di Tuban mengaku mengalami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Bahkan, ada proses berliku yang harus dilewati para petani untuk mendapatkan subsidi pupuk tersebut.

“Memang (pupuk subsidi) domain kewenangannya (pemerintah) pusat. Tapi setidaknya Pemprov Jatim dapat mengusahakan alokasi yang lebih banyak untuk Jawa Timur. Karena, Jawa Timur sumber lumbung pangan ekonomi nasional,” kata Fauzan Fu’adi saat ditemui di lokasi seusai kegiatan reses.

Dia menilai, hal ini tentu sangatlah ironis. Sebab, suplai pupuk bersubsidi terhadap Provinsi Jatim rupanya masih jauh dari kata harapan. Makanya, dia mendorong Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, agar dapat mengusulkan alokasi pupuk bersubsidi yang lebih kepada pemerintah pusat.

“Masyarakat ini meski tak diberi pupuk bersubsidi, beli sekalipun tidak masalah, tapi kan ada dulu stoknya,” tegas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Selain kelangkaan pupuk bersubsidi, Fauzan juga menerima keluhan mengenai penanganan pemerintah terhadap ekonomi warga terdampak Covid-19. Dampak dari Covid-19 sendiri yang paling terasa di masyarakat adalah berkurangnya pendapatan warga. Hal tersebut lantas juga berimbas pada menurunnya daya beli masyarakat.

“Sehingga mereka (warga) ingin sekali ada perhatian pemerintah dalam bentuk bantuan modal terhadap Usaha Mikro Kecil yang mereka lakukan. Karena, mereka yang selama ini jualan meracang (toko kelontong), jualan kaki lima di pasar, sedikit banyak memang terdampak dari pandemi,” kata dia.

Meski sudah cukup lama ada kebijakan pelonggaran dari pemerintah, namun hal tersebut dinilai belum sepenuhnya menggeliatkan usaha warga. Karenanya, Fauzan berpendapat, perlu adanya suntikan modal usaha bagi warga terdampak Covid-19 dengan agunan bunga yang ringan.

“Perlu ada suntikan modal saya kira, dengan agunan yang ringan. Agar mereka tetap dapat mengakses bantuan permodalan itu tanpa terkendala oleh aset yang sedang mereka miliki saat ini,” harapnya. (KN01)

Related posts

Gubernur Khofifah Resmikan Industri Cangkang Kapsul Berbasis Rumput Laut di UNAIR

kornus

KPK Bantah Intervensi Terkait Pengalihan Penahanan Yaqut Cholil Qoumas

Gubernur Khofifah Dorong Pengembangan Ekonomi Syariah yang Inklusif, Go Global, Go Digital dan Go Agriculture

kornus