Surabaya (KN) – Proyek MERR II C di kawasan Rungkut dan Gunung Anyar hingga saat ini masih mangkrak. Tidak seperti yang digembar gemborkan pihak Pemkot maupun pejabat Balai Besar Pekerjaan Jalan Nasional (BBPJN) V selaku PPKM proyek MERR, bahwa jalan MERR II C segera tuntas pengerjaanya. Namun kenyataan dilapangan proyek yang didanai APBD dan APBN itu kini berhenti total belum ada tanda-tanda untuk dilanjutkan.
Ironisnya, proyek MERR di kawasan Kelurahan Kedung Baruk yang dikerjakan 2011 lalu juga masih menyisakan masalah. Proyek puluhan miliar di wilayah Wisma Kedung Asem Indah yang menghubungkan antara Pondok Nirwana ke Pandogo yang semestinya pelaksanannya tuntas akhir 2011 lalu itu masih belum sempurna.
Ada beberapa bagian proyek yang ditinggal glangang begitu saja oleh kontraktor pelaksananya karena saluran disepanjang jalan MERR tersebut hanya dikerkan sebagian saja dan diacak. Ini diduga ada kong kalikong antara kontraktor dan PPKM. Sebab, proyek yang pelaksananan pekerjaanya tidak tuntas yang kini mangkrak itu aman-aman saja, dan terkesan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKM) acuh walau pekerjaan saluran MERR di kawasa Wisma Kedung Asem Indah tersebut hanya dikerjakan sebagian saja.
Sementara PPKM Proyek Middle East Ring Road ( MERR ) II-C mengeluarkan penyataan bohong di media massa. Pernyataan Sapril Rebono selaku PPKM proyek MERR dari BBPJN V tersebut yang dimuat di Harian Jawa Pos pada Selasa 1 Mei 2012, yang menyatakan bahwa dalam dua hari dari tanggal penyataanya di Jawa Pos, semua peralatan berat mulai ditempatkan dilokasi untuk melanjutkan pengerjaan proyek jalan sisi timur MERR II C Pandogo adalah bohong.
“Kemarin (30/4) peralatan sudah diangkut ke lokasi secara bertahap, semua alat akan ditempatkan di lahan yang masih berbentuk tanah itu, jadi bisa dipastikan pengerjaan dimulai ” katanya, ini kutipan pernyataan Sapril Rebono yang dimuat di Harian Jawa Pos, Selasa (1/5/2012)
Sementaran dari hasil pantauan Koran ini di lapangan, hingga Rabu (23/5) kemarin tidak ada tanda-tanda dimulainya pengerjaan jalan MERR dan tak ada segelintir alat berat di lokasi tersebut. Infomasinya untuk melanjutkan pekerjaan proyek jala MERR sepanjang sekitar 250 meter itu biayanya mencapai Rp 9 miliar yang telah dimenangkan oleh salah satu kontraktor peserta lelang.
Sedangkan kendala lain kelanjutan proyek MERR II C di kawasan Gunung Anyar terungkap saat hering di Komisi C DPRD Surabaya, Senin (21/5). Dalam hering itu Pemerintah Kota (Pemkot) dituding warga Gunung Anyar wanpretasti. Pasalanya, pembebasan lahan di Kelurahan Gunung Anyar untuk proyek jalan Middle East Ring Road (MERR) IIC hingga sekarang masih menyisakan masalah. Sedikitnya ada 16 persil milik warga di sana hingga sekarang belum mendapatkan ganti rugi.
Padahal antara pemilik lahan dengan Panitia Pengadaan Tanah (P2T) bentukan Pemkot Surabaya sudah ada kesepakatan jual-beli tanah yang dilakukan Maret dan April lalu. Dan saat ini pun lahan seluas 2.200 meter persegi tersebut, yang semula berupa sawah dan bangunan sudah diratakan dengan tanah oleh Pemkot. (red)
